POJOKBOGOR - Sepasang suami istri paruh baya, warga Gang Atom, Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mendatangi Polsek Citeureup dengan kondisi babak belur bersimbah darah.

Sebelum melibatkan Polsek Citeureup, diduga luka yang mereka alami setelah berkelahi dengan anaknya.

Di Polsek Citeureup, keduanya menjelaskan awal mula kejadian, sang ibu yang sudah berdandan rapi mengenakan baju putih dengan kerudung emas datang dengan luka berdarah di hidungnya.

Baca Juga: Puluhan Pelajar di Bogor Menangis Bersimpuh di Kaki Orangtuanya Gegara Gagal Tawuran, Keburu Dicokok Polisi

Sementara sang suami, mengalami luka memar dan berdarah di area pelipis mata sebelah kiri.

"Saya tidak tahu kronologis kejadiannya. Tadi minta antar saya ke Polsek Citeureup," kata pemuda yang mengantar perempuan paruh baya itu.

Pemuda yang merupakan saudaranya itu tidak mengetahui percis kronologi penganiayaan.

Baca Juga: Dibantu Musang, Polisi Tangkap 13 Anak SMP yang Hendak Tawuran

Hanya saja, dia menyebut kedua suami istri itu dianiaya anaknya.

"Tadi tahu-tahu sudah begitu, sama anaknya," jelasnya. Petugas Unit Reskrim Polsek Citeureup langsung mencari anak kedua suami istri itu.

Tampak petugas memborgol anak yang diketahui berinisial S.

Baca Juga: Polisi Kejar Pelajar Langganan Tawuran di Cileungsi

Terlihat pelaku mengenakan kemeja abu dan berdandan rapi digiring petugas ke dalam polsek.

Belum diketahui penyebab penganiayaan, namun dari pengakuan si ibu dengan petugas, anaknya kerap kali mencampuri saat keributan orang tuanya.

Dan puncaknya terjadi keributan berbuntut penganiayaan kepada ayah dan ibunya.

Perkelahian juga didasari motif ekonomi dan sang ayah yang kerap mabuk-mabukan.

"Itu sampai berdarah kenapa?," tanya petugas. "Jadi tadi ribut sama anak, terus ribut sama suami," suara sang ibu terdengar saat diperiksa.

Sementara sang anak, S dalam penjara mengaku digigit oleh ibunya.

Ia mengaku kesal melihat kedua orang tuanya yang bertengkar.

"Saya tertekan dari kecil bapak mabuk-mabukan. Terus ibu bapak kasar," ucapnya.

AKP Agus di lokasi langsung mengamankan kedua suami istri itu.

Saat ini petugas masih memeriksa mereka. "Sudah kita amankan anaknya, ada keributan, antar keluarga, kami masih dalam pemeriksaan. Nanti menunggu Kapolsek," jelasnya di Polsek Citeureup.