POJOKBOGOR.id – Kabupaten Bogor menjadi lokasi pelaksanaan 1001 Pasar Rakyat Bersama RRI yang digelar di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian RRI Fest 2026 sekaligus kunjungan kerja Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Namun agenda tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pesta rakyat.

Pemerintah Kabupaten Bogor menempatkan penguatan UMKM, perluasan akses pasar, dan pemanfaatan teknologi digital sebagai fokus utama kegiatan.

Baca Juga: Sampah Bogor 1.000 Ton Sehari, Jakarta Diajak Patungan Solusi Lewat PSEL

Sebanyak 58 tenant UMKM dijadwalkan memamerkan produk kuliner dan kriya, sementara 100 pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan koperasi mengikuti workshop digitalisasi untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana promosi.

 

Sebelum ke Pasar Rakyat, Muhaimin Tinjau Sentra Sepatu Ciomas

Ada satu agenda yang membuat kegiatan di Ciomas berbeda dari festival rakyat biasa.

Sebelum menuju Lapangan Sakura, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar dijadwalkan mendatangi Sentra UMKM Sepatu Ciomas.

Di lokasi tersebut, Muhaimin akan melihat langsung proses produksi dan berdialog dengan para pengrajin untuk menggali kebutuhan pengembangan produk, peningkatan kualitas, daya saing, hingga peluang memperluas pasar.

Baca Juga: Cuaca Kabupaten Bogor Hari Ini, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Wilayah Bogor

Pemilihan Ciomas juga memiliki konteks kuat. Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat wilayah ini memiliki ekosistem ekonomi kreatif dan usaha lokal, termasuk produk alas kaki.

Portal ekonomi kreatif daerah bahkan mencantumkan sejumlah produk dan merek sepatu asal Ciomas.

Dengan demikian, rangkaian kegiatan menghubungkan dua sisi yang selama ini menjadi tantangan UMKM: bagaimana produk dibuat di tingkat pengrajin dan bagaimana produk tersebut kemudian menemukan pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Sabtu 19 September 2026: Waspada Hujan dan Petir

 

Bukan Cuma Jualan Sehari

Workshop digitalisasi menjadi salah satu bagian penting dari agenda 1001 Pasar Rakyat.

Sebanyak 100 peserta dari unsur UMKM, ekonomi kreatif dan koperasi akan mendapat pembekalan untuk memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi dan perluasan pasar.

Pendekatan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemberdayaan masyarakat yang sebelumnya disampaikan Muhaimin.

Dalam forum pengentasan kemiskinan di Solo, ia menekankan bahwa bantuan sosial bukan tujuan akhir dari pemberdayaan.

Baca Juga: SIM Keliling Kabupaten Bogor Hari Ini, Sabtu 19 September 2026 Ada di 2 Lokasi

“Bansos hanya bantalan sementara, jaminan sosial menjadi jaring pengaman saja. Yang menjadi pokok adalah kemandirian masyarakat,” kata Muhaimin Iskandar, Jumat (4/9/2026).

Dalam konteks 1001 Pasar Rakyat di Bogor, prinsip kemandirian itu diterjemahkan melalui pembukaan ruang pemasaran, pembelajaran digital dan pertemuan langsung antara pemerintah dengan pelaku usaha.

 

RRI Fest Dibawa Lebih Dekat ke Masyarakat

RRI Fest 2026 mengusung tema “Harmoni dalam Aksi, Bersama Membangun Negeri”. Secara nasional, program ini memang dirancang bukan hanya sebagai kegiatan hiburan, tetapi menggabungkan pemberdayaan UMKM, edukasi, kesehatan, seni budaya hingga aktivitas digital.

Direktur Utama LPP RRI I Hendrasmo sebelumnya juga menekankan agar program-program RRI memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mengoptimalkan postur anggaran kami supaya memang lebih berdampak kepada masyarakat,” ujar I Hendrasmo, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: SIM Keliling Kota Bogor Hari Ini, Sabtu 19 September 2026: Cek Lokasi, Syarat dan Biayanya

Semangat tersebut terlihat dalam susunan kegiatan di Lapangan Sakura. Selain bazar dan workshop UMKM, masyarakat dapat mengikuti kegiatan seni, edukasi, olahraga, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

Poster kegiatan juga mencantumkan Muhaimin Iskandar dan I Hendrasmo sebagai figur yang hadir dalam rangkaian acara. Sementara Raffi Ahmad tercantum dengan keterangan “dalam konfirmasi”, sehingga kehadirannya belum dapat dipastikan berdasarkan materi publikasi tersebut.

 

58 Tenant Bawa Kuliner dan Kriya

Pemkab Bogor memastikan sebanyak 58 tenant UMKM akan mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Produk yang ditampilkan terdiri dari sektor kuliner hingga kriya. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang promosi bagi usaha lokal di luar jaringan konsumen yang selama ini mereka miliki.

Dalam pelaksanaan RRI Fest di daerah lain sepanjang 2026, keterlibatan UMKM juga menjadi salah satu unsur utama. RRI menyebut bazar UMKM dirancang untuk membantu promosi produk lokal, memperluas akses pasar dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Baca Juga: Sebelum Masuk PSEL Bogor Raya 1, Sampah Kota Bogor Diminta Dipilah dari Rumah

Artinya, ukuran keberhasilan 1001 Pasar Rakyat di Ciomas nantinya tidak hanya terletak pada ramainya pengunjung atau transaksi selama satu hari.

Efek yang lebih panjang justru berada pada apakah pelaku usaha mendapatkan pasar baru, mampu membangun identitas produknya sendiri, dan memanfaatkan teknologi digital untuk menjual produk tanpa terbatas wilayah.

 

Pemkab Bogor Kerahkan Lintas Perangkat Daerah

Sebagai tuan rumah, Pemkab Bogor menyiapkan dukungan lintas perangkat daerah.

Dukungan tersebut mencakup penyiapan lokasi, pengamanan, pengaturan lalu lintas, layanan kesehatan, fasilitasi UMKM hingga publikasi kepada masyarakat.

Pemkab menempatkan kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, media dan masyarakat.

Baca Juga: Pertamina Gandeng DLH DKI Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Berkelanjutan

Dengan skema tersebut, 1001 Pasar Rakyat di Ciomas tidak berhenti pada konsep “pasar sehari”.

Dari sentra sepatu hingga Lapangan Sakura, agenda ini membawa satu isu yang lebih besar: bagaimana produk yang lahir dari rumah-rumah produksi Kabupaten Bogor bisa mempunyai kualitas, identitas, akses promosi dan pasar yang semakin luas.