BOGOR.POJOKSATU.id - Sebanyak 115,5 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan Operasi Bersih Gunung Gede Pangrango yang berlangsung di jalur pendakian Selabintana pada 11–12 Oktober 2025.

Aksi ini melibatkan petugas Taman Nasional serta para relawan pecinta alam yang bersama-sama turun tangan menjaga kebersihan kawasan pegunungan tersebut.

Menurut laporan resmi dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melalui akun Instagram-nya, sebagian besar sampah yang berhasil diangkut merupakan plastik kemasan makanan, botol minuman, serta berbagai perlengkapan pendakian yang ditinggalkan oleh para pendaki.

Temuan ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas pendakian masih meninggalkan jejak lingkungan yang cukup mengkhawatirkan, terutama dalam bentuk sampah non-organik yang sulit terurai.

Operasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan pembersihan semata, tetapi juga merupakan bagian dari program Operasi Bersih dan Penertiban Pendakian Ilegal.

Program tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari arahan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, yang menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas pendakian di kawasan taman nasional.

Menanggapi adanya kejadian tersebut, banyak netizen bersuara mengatakan jika ditinggalnya sampah pada Gunung Gede Pangrango merupakan ulah anak-anak fomo yang naik ke gunung.

Sebab bagi orang yang cinta dengan alam sesungguhnya tidak akan pernah meninggalkan sampah, justru merekalah yang membawa sampah tertinggal turun dari gunung.

"Biasanya yang naik gunung gede tuh fomo doank,katanya pecinta alam tapi buat apa sampahnya dibuang sembarangan bro²," ungkap salah seorang netizen.

"naik gunung haya kebutuhan insta story," tambah netizen lain.

Dengan adanya kegiatan ini, pihak BBTNGGP berupaya memperkuat kesadaran masyarakat dan para pendaki tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pegunungan.

Gunung Gede Pangrango, yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit pendaki di Jawa Barat, kerap menghadapi permasalahan klasik berupa penumpukan sampah di jalur pendakian dan area perkemahan.

Selain untuk menjaga kebersihan, operasi ini juga bertujuan menertibkan aktivitas pendakian yang tidak sesuai dengan aturan, termasuk pendakian ilegal yang berpotensi merusak ekosistem dan menimbulkan risiko keselamatan.

Pihak BBTNGGP menegaskan bahwa kegiatan pendakian di wilayah konservasi harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai dengan kapasitas daya dukung alam.

BBTNGGP mengapresiasi partisipasi aktif relawan dan komunitas pecinta alam yang turut membantu dalam kegiatan ini. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program konservasi.

Melalui unggahan resminya, BBTNGGP juga mengingatkan bahwa setiap pendaki memiliki tanggung jawab moral untuk membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan.

Kesadaran sederhana seperti ini dapat memberikan dampak besar bagi kelestarian lingkungan Gunung Gede Pangrango dan kawasan konservasi lainnya.

Dengan hasil operasi bersih ini, BBTNGGP berharap dapat terus menekan volume sampah yang dihasilkan di area taman nasional, sekaligus memperkuat budaya pendakian yang beretika dan ramah lingkungan.

Upaya berkelanjutan seperti ini diharapkan dapat menjaga keindahan dan keasrian Gunung Gede Pangrango agar tetap menjadi kebanggaan dan warisan alam bagi generasi mendatang. ***