POJOKBOGOR.id - EIGER Nature yang terletak Jalan Lembah Nendeut RT 05/04, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, siap go public dengan wajah barunya.

Jika sebelumnya, EIGER Adventure Land sempat terhadang Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kemudian disegel dan terancam dicabut izinnya. Eiger memilih tidak menyerah.

Perusahaan asal Indonesia yang memproduksi pakaian, tas, serta perlengkapan rekreasi alam bebas itu bebenah diri dan menambal kekurangannya, sehingga akhirnya bertrasformasi menjadi EIGER Nature.

Rebranding EIGER Nature itu disampaikan Imanuel Wirajaya, Direktur EIGER Nature, Media Gathering yang digelar pada 19–20 Agustus 2026 di kawasan EIGER Nature.

Pria yang hangat disapa Nunu itu menjelaskan, berbagi perjalanan transformasi dari EIGER Adventure Land menjadi EIGER Nature, sekaligus menjelaskan visi, misi, prinsip ekowisata, serta arah pengembangan destinasi.

“Kami ingin membuka ruang percakapan yang lebih dekat dengan media karena perjalanan EIGER Nature bukan sesuatu yang selesai ketika destinasi dibuka. Ini adalah perjalanan jangka panjang, dan kami ingin mendapatkan perspektif dari berbagai pihak untuk bersama-sama
membangun perjalanan EIGER Nature ke depan,” ujar Imanuel.

Transformasi tersebut bukan sekadar pergantian nama, Nunu melanjutkan penjelasannya, perubahan ini menjadi bagian dari arah baru destinasi yang menempatkan prinsip ekowisata sebagai salah satu landasan utama pengembangannya.

Imanuel menegaskan, perjalanan EIGER Nature tidak akan berhenti ketika destinasi resmi dibuka untuk masyarakat.

Menurutnya, masukan dan perspektif dari berbagai pihak, termasuk media, menjadi bagian penting dalam membangun dan mengembangkan EIGER Nature secara berkelanjutan.

Komitmen terhadap lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan EIGER Nature.

Een Irawan Putra, Head of Division ESG EIGER Nature, menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan diterapkan melalui berbagai aspek, mulai dari konservasi, pemulihan lingkungan, pengelolaan sumber daya hingga keterlibatan masyarakat.

“Bagi kami, ekowisata bukan hanya tentang bagaimana menjaga alam, tetapi juga bagaimana menciptakan hubungan yang lebih baik antara alam, manusia, dan masyarakat. Karena itu, setiap pengembangan di EIGER Nature kami upayakan untuk memberikan dampak positif yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Een.

Wajib diketahui, sambung Een, kawasan itu sebelumnya tak berpenghuni sehingga banyak pemburu liar yang melakukan aktivitas ilegal di sana.

"Kami juga sebelumnya survei dulu. Ternyata benar memang banyak pemburu liar. Tapi setelah EIGER Nature ini ada, aktivitas illegal itu sudah tidak pernah lagi terjadi.

Tak mau tanggung, EIGER Nature juga menempatkan pakar lintas bidang untuk memberikan perspektif dalam pengembangan destinasi, yaitu Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc (konservasi hutan dan botani), Dr. Ir. Yuli Suharnoto, M.Eng (hidrologi), Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si (satwa liar), Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc (pencemaran dan dampak lingkungan), serta Dr. Ir. Siti Amanah, M.Sc (sosial ekonomi masyarakat).

Selain aspek keberlanjutan, EIGER Nature menerjemahkan komitmennya ke dalam pengalaman pengunjung. Faris Priyanto, Head of General Manager EIGER Nature, menjelaskan bagaimana teknologi digunakan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih mudah, terintegrasi, dan nyaman, melalui pendekatan paperless yang mengintegrasikan aplikasi, wristband, sistem akses, informasi, dan transaksi digital menggunakan EIGER Coins.

“Bagi kami, teknologi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pengalaman di alam. Dengan sistem yang terintegrasi, kami ingin membuat perjalanan pengunjung menjadi lebih mudah, nyaman, dan personal,” ujar Faris.

Memasuki fase pre-opening, EIGER Nature terus mempersiapkan berbagai aspek destinasi, mulai dari pengalaman pengunjung, operasional, hingga fasilitas dan layanan.

Melalui rangkaian Media Gathering ini, EIGER Nature juga membuka ruang bagi media untuk memberikan perspektif dan masukan sebagai bagian dari perjalanan menuju pembukaan pada September 2026.

Dengan semangat “The Place of Meaningful Adventure”, EIGER Nature akan membuka akses kepada publik pada September 2026, membawa visi untuk menghadirkan destinasi yang memungkinkan pengunjung menikmati alam sekaligus menemukan pengalaman, pembelajaran,
dan makna dari setiap perjalanan.