BOGOR.POJOKSATU.id - Hari Raya Idul Adha dikenal sebagai momen penuh makna yang identik dengan penyembelihan hewan kurban dan berbagai olahan daging yang menggugah selera.

Namun, di balik kelezatan sajian daging kambing maupun sapi, terdapat potensi risiko kesehatan yang tak bisa diabaikan.

Setiap tahun, setelah perayaan Idul Adha, sejumlah fasilitas kesehatan melaporkan peningkatan kasus penyakit tertentu yang berkaitan dengan pola makan selama momen tersebut.

Berikut lima jenis penyakit yang paling sering menyerang masyarakat usai Idul Adha:

1. Kolesterol Tinggi

Konsumsi daging merah secara berlebihan, terutama bagian berlemak seperti jeroan, dapat memicu lonjakan kolesterol dalam darah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah.

2. Asam Urat

Daging sapi dan kambing mengandung purin yang tinggi. Saat tubuh menguraikan purin, terbentuklah asam urat. Bila kadarnya berlebihan, bisa menyebabkan radang sendi (gout) dengan gejala nyeri tajam pada bagian tubuh tertentu, terutama kaki.

3. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)

Olahan daging seperti gulai, sate, atau tongseng biasanya menggunakan garam dan santan dalam jumlah besar. Bagi penderita hipertensi atau mereka yang rentan, konsumsi makanan tinggi sodium dan lemak jenuh ini bisa memicu kenaikan tekanan darah.

4. Gangguan Pencernaan

Terlalu banyak makan daging tanpa asupan serat yang cukup dari sayuran atau buah dapat menyebabkan sembelit, perut kembung, atau gangguan lambung lainnya. Selain itu, cara memasak yang berat seperti digoreng atau bersantan memperberat kerja saluran cerna.

5. Diare dan Keracunan Makanan

Proses penyembelihan dan penyimpanan daging yang tidak sesuai standar kebersihan bisa menyebabkan kontaminasi bakteri seperti E. coli atau Salmonella.

Bila daging tidak dimasak sempurna, risiko keracunan makanan meningkat, ditandai dengan mual, muntah, dan diare.

Tips Agar Tetap Sehat Setelah Idul Adha

Agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, masyarakat dianjurkan untuk:

- Mengatur porsi makan, jangan konsumsi daging berlebihan.

- Imbangi dengan sayur dan buah untuk mencukupi kebutuhan serat.

- Hindari jeroan dan bagian daging yang berlemak.

- Pastikan daging dimasak dengan cara yang higienis dan matang sempurna.

- Perbanyak minum air putih dan lakukan aktivitas fisik ringan secara rutin.

Momen Idul Adha sebaiknya menjadi sarana meningkatkan kepedulian dan kebersamaan, bukan justru menjadi awal munculnya gangguan kesehatan.

Menikmati sajian kurban sah-sah saja, namun bijak dalam mengonsumsinya adalah kunci utama menjaga tubuh tetap bugar pasca-lebaran. ***