BOGOR.POJOKSATU.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai perubahan kondisi iklim di Indonesia pada tahun 2026.
Setelah sebelumnya dipengaruhi fenomena La Niña yang meningkatkan curah hujan, kondisi iklim global kini mulai bergeser menuju fase netral.
BMKG menyampaikan bahwa La Niña lemah yang terjadi sejak akhir 2025 telah berakhir pada Februari 2026. Berakhirnya fenomena tersebut membuat pola cuaca di Indonesia mulai mengalami perubahan.
Dalam kondisi netral ini, pengaruh pendinginan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang biasanya membawa peningkatan curah hujan ke wilayah Indonesia menjadi semakin berkurang.
“Fenomena La Niña lemah yang berlangsung sejak akhir 2025 telah berakhir pada Februari 2026 sehingga kondisi iklim global saat ini memasuki fase netral,” demikian keterangan BMKG.
Meski demikian, BMKG juga mengingatkan adanya peluang munculnya fenomena El Niño pada pertengahan tahun 2026.
Menurut BMKG, kemungkinan terjadinya El Niño berada pada kisaran 50 hingga 60 persen, dengan intensitas yang diperkirakan berada pada kategori lemah hingga moderat.
Jika fenomena tersebut benar-benar terjadi, dampaknya dapat memengaruhi pola musim di Indonesia.
“Apabila El Niño terjadi, musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dengan durasi yang lebih panjang dan kondisi yang lebih kering dari biasanya,” jelas BMKG.
Selain itu, kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan suhu udara, terutama pada siang hari. Dampak lain yang mungkin terjadi antara lain meningkatnya risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak dari kemungkinan perubahan pola cuaca tersebut. ***



