POJOKBOGOR.id - Transformasi digital yang melanda berbagai sektor industri menuntut lahirnya generasi muda yang adaptif, kreatif, dan menguasai teknologi.
Menyadari hal itu, WAN Teknologi menggandeng SMK Pembangunan untuk membekali para siswa dengan wawasan dan keterampilan digital terkini melalui program “Praktisi Dunia Kerja Mengajar di SMK” yang digelar Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari WAN Teknologi Internasional, yakni Iwan Supriyono, Pendiri sekaligus Direktur, serta Fadly Husaeni, Kepala Divisi Hubungan Kerja Sama.
Keduanya berbagi pengalaman nyata, strategi karier, dan keterampilan yang dibutuhkan di era industri digital.
Dalam sesi inspiratifnya, Iwan Supriyono membagikan perjalanan kariernya yang dimulai dari siswa SMK hingga akhirnya mendirikan WAN Teknologi Internasional.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan di dunia digital tidak ditentukan oleh modal besar, melainkan oleh semangat belajar, konsistensi, dan keberanian menghadapi perubahan teknologi.
“Siapa pun bisa sukses di dunia digital asal mau belajar, berani gagal, dan terus berkembang,” ujarnya di hadapan para siswa.
Iwan juga menyoroti pentingnya problem-solving dan berpikir kreatif sebagai bekal utama untuk bertahan di dunia industri yang terus berubah.
Sesi berikutnya difokuskan pada praktik langsung. Siswa diperkenalkan pada beragam profesi populer di industri kreatif digital, mulai dari content creator, UI/UX designer, motion graphic artist, hingga social media specialist.
Melalui proyek kelompok, mereka dilatih membuat karya nyata seperti desain logo, video promosi digital, hingga perancangan mockup aplikasi dan situs web.
Pendekatan berbasis praktik ini membuat siswa memahami bagaimana karya digital bisa diterapkan langsung di dunia profesional.
Fadly Husaeni melengkapi sesi dengan pembahasan seputar dunia kerja di berbagai sektor mulai dari agensi hingga startup.
Ia menekankan pentingnya disiplin, kemampuan komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu sebagai faktor penentu kesiapan kerja.
“Siswa SMK punya potensi besar jika diarahkan ke industri yang tepat. Dunia digital sangat luas, dan mereka hanya perlu berani memulai,” tutur Fadly.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan diakhiri dengan proyek kolaboratif yang melibatkan 167 siswa SMK Pembangunan.
Mereka diajak merancang proyek kreatif yang menggabungkan desain, komunikasi, dan strategi digital sebagai simulasi kerja nyata.
Selain itu, WAN Teknologi juga memperkenalkan program kemitraan jangka panjang dengan sekolah vokasi melalui tiga pilar utama yakni peningkatan kurikulum berbasis industri, pelatihan guru dan siswa, serta pembangunan ekosistem kolaboratif antara dunia pendidikan dan dunia usaha (DUDI).
“Kami ingin sekolah vokasi bisa bertransformasi bersama industri. WAN Teknologi siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan digital,” ujar Iwan Supriyono.
Melalui kolaborasi ini, WAN Teknologi berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan berwirausaha di tengah pesatnya arus digitalisasi.




