BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus dugaan korupsi di Bank Jawa Barat (BJB) makin ramai jadi sorotan publik. Bukan hanya karena melibatkan nama besar Ridwan Kamil, tapi juga karena munculnya fakta mengejutkan terkait sebuah mobil klasik milik almarhum Presiden ke-3 RI, BJ Habibie.
Mobil itu adalah Mercedes-Benz 280 SL Pagoda, salah satu koleksi kesayangan Habibie semasa hidup. Siapa sangka, mobil bersejarah tersebut ternyata sempat dibeli oleh Ridwan Kamil pada tahun 2021, ketika ia masih menjabat Gubernur Jawa Barat. Namun, kisah di balik pembelian mobil ini ternyata rumit dan penuh drama.
Putra sulung Habibie, Ilham Akbar Habibie, mengungkapkan langsung setelah diperiksa KPK pada Rabu, 3 September 2025. Menurutnya, harga mobil disepakati sebesar Rp2,6 miliar dengan sistem cicilan. Tapi hingga kini, Ridwan Kamil baru membayar separuhnya, yakni Rp1,3 miliar. Sisanya tidak pernah dilunasi, sehingga secara hukum kepemilikan mobil masih tetap ada di tangan keluarga Habibie. Bahkan, STNK mobil itu pun masih atas nama BJ Habibie.
Ilham bercerita bahwa dirinya pernah menagih langsung sisa pembayaran tersebut. Ia bahkan memanggil Ridwan Kamil ke rumah, disaksikan beberapa orang, dan mengancam akan menarik kembali mobil jika cicilan tidak segera dilunasi. Awalnya Ridwan Kamil setuju, tapi mobil saat itu sedang berada di bengkel untuk restorasi. Pihak bengkel menolak menyerahkan karena biaya perbaikan pun belum dibayar.
Yang lebih mengejutkan lagi, mobil klasik berwarna silver asli itu rupanya sudah diubah warnanya menjadi biru metalik oleh Ridwan Kamil tanpa sepengetahuan keluarga Habibie. Hal ini menambah panjang daftar polemik, karena mobil bersejarah itu kini tidak lagi tampil seperti aslinya.
Kini, mobil Mercedes-Benz 280 SL Pagoda tersebut telah disita KPK sebagai barang bukti dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank BJB. Namun faktanya, karena cicilan belum lunas, status kepemilikan mobil itu masih dipertanyakan.
Sebuah cerita yang menunjukkan bahwa kadang sebuah benda, apalagi yang punya nilai sejarah, bisa menyimpan kisah yang jauh lebih rumit dari sekadar harga jual belinya. ***



