BOGOR.POJOKSATU.id - Kekhawatiran publik kembali muncul seiring laporan merebaknya virus Nipah di sejumlah wilayah India. Meski demikian, hingga saat ini Indonesia belum mencatat satu pun kasus infeksi virus Nipah.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa kondisi di dalam negeri masih aman.
Namun, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengeluarkan imbauan pencegahan kepada masyarakat, terutama terkait penerapan kebersihan diri, keamanan konsumsi makanan, serta kehati-hatian saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi buah yang rusak atau berpotensi terkontaminasi. Buah sebaiknya dicuci dan dikupas sebelum dikonsumsi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, atau muntah dalam waktu 14 hari setelah kembali dari wilayah yang terdampak.
Sementara itu, pemerintah India melaporkan lima kasus virus Nipah di wilayah Barasat, Benggala Barat, hingga 28 Januari 2026.
Dari jumlah tersebut, dua kasus diketahui menimpa tenaga kesehatan. Beberapa hari kemudian, tiga kasus tambahan kembali terkonfirmasi.
Sebagai langkah antisipasi, otoritas setempat langsung melakukan pelacakan kontak, karantina terhadap individu yang berisiko, serta pengawasan ketat guna mencegah perluasan penularan di masyarakat.
Hingga kini, belum ada kebijakan lockdown berskala besar yang diberlakukan.
Namun, perkembangan situasi terus dipantau oleh otoritas kesehatan global untuk memastikan penyebaran virus dapat dikendalikan sedini mungkin.***



