BOGOR.POJOKSATU.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan penting terkait potensi ancaman gempa besar dan tsunami yang bersumber dari zona megathrust di wilayah Indonesia.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa terdapat 13 segmen megathrust yang mengelilingi Indonesia, dan tiga di antaranya belum melepaskan energi tektonik selama ratusan tahun.

“Tiga zona yang saat ini berada dalam fase akumulasi energi adalah Megathrust Mentawai–Siberut, Selat Sunda–Banten, dan Sumba,” ungkap Faisal dalam rapat bersama DPR RI baru-baru ini.

Ia menambahkan, ketiga segmen tersebut berpotensi menimbulkan gempa besar yang dapat disertai tsunami, dan waktu terjadinya tidak bisa diprediksi secara pasti.

Menurutnya, posisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia menjadikan potensi gempa bumi sebagai hal yang tak terhindarkan.

Kondisi ini menuntut peningkatan kesiapsiagaan di semua lapisan masyarakat dan pemerintah daerah.

Sepanjang tahun 2025, BMKG mencatat telah terjadi 850 gempa bumi yang dirasakan masyarakat, angka yang menunjukkan tingginya aktivitas seismik di tanah air.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa Indonesia termasuk dalam kawasan rawan bencana yang memerlukan mitigasi berkelanjutan.

“Zona megathrust merupakan area tumbukan antar-lempeng yang secara historis menjadi sumber gempa dan tsunami besar di dunia. Karena itu, kesiapsiagaan dan edukasi kebencanaan harus terus diperkuat,” tegas Faisal.

BMKG mengimbau agar seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, memperkuat sistem peringatan dini, jalur evakuasi, serta pengetahuan masyarakat terkait tanggap darurat bencana.

Peringatan ini, kata Faisal, bukan untuk menimbulkan kepanikan, tetapi untuk memastikan bahwa kesiapan menghadapi gempa dan tsunami menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. ***