POJOKBOGOR.ID - Kabar menggembirakan datang bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 disebut-sebut berpeluang cair lebih cepat dari biasanya, yakni pada pekan pertama Ramadan.

Namun demikian, kepastian pencairan THR ASN Kota Malang masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat.

Baca Juga: 7 Menu Takjil Favorit untuk Buka Puasa, Segar dan Manisnya Bikin Nagih

Hingga saat ini, Pemkot Malang belum bisa memastikan tanggal resmi pencairannya.


Sinyal Positif dari Pemerintah Pusat

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik sinyal dari pemerintah pusat terkait rencana percepatan pencairan THR ASN 2026.

Menurutnya, jika kebijakan tersebut benar direalisasikan pada awal Ramadan, maka dampaknya akan sangat positif.

Baca Juga: THR Pensiunan PNS dan Janda Duda 2026 Cair Lebih Cepat! Ini Rincian Nominal Golongan I–IV dan Cara Hitung Swasta

Pencairan lebih awal dinilai bisa membantu ASN mempersiapkan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri tanpa tekanan waktu yang terlalu mepet.

Selain itu, perputaran ekonomi di Kota Malang juga diperkirakan meningkat.

Dikutip dari jatim times, 21 Februari 2026, Wahyu Hidayat menyatakan bahwa:

Baca Juga: THR 2026 Pensiunan PNS Segera Masuk Rekening! Golongan Ia–IVe Bisa Terima hingga Rp4,9 Juta, Cek Rinciannya

“Kalau memang cair lebih awal, tentu sangat membantu ASN dan juga mendorong daya beli masyarakat,”.


Pemkot Masih Tunggu Keputusan Final

Meski sinyal positif sudah mengemuka, Wahyu menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.

Pemerintah daerah tidak bisa menetapkan jadwal pencairan secara mandiri.

Hal ini karena anggaran THR ASN sebagian besar bersumber dari dana transfer pemerintah pusat.

Tanpa adanya instruksi resmi dan kepastian alokasi anggaran, Pemkot Malang tidak memiliki dasar hukum untuk mencairkan lebih dulu.

Baca Juga: Kemenag Terbitkan Edaran Percepatan TPG 2026 untuk Guru Madrasah, Lulusan PPG 2025 Bisa Cair Mulai Januari Jika Syarat Ini Terpenuhi

Dengan kata lain, kepastian jadwal THR ASN Kota Malang 2026 masih bergantung pada regulasi dan ketetapan yang akan diterbitkan pemerintah pusat dalam waktu dekat.


Dampak Ekonomi Jadi Pertimbangan

Pencairan THR ASN di awal Ramadan dinilai strategis untuk menggerakkan roda ekonomi daerah.

Kota Malang yang memiliki sektor perdagangan dan jasa cukup kuat diprediksi akan merasakan dampaknya secara langsung.

Baca Juga: Sempat Sebut Guru Honorer Bakal Kalah di MK, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Langsung Klarifikasi!

Daya beli masyarakat biasanya meningkat menjelang Lebaran.

Jika THR cair lebih awal, maka potensi transaksi di pasar tradisional, pusat perbelanjaan, hingga UMKM akan ikut terdongkrak.

Langkah ini juga dinilai bisa memberikan efek domino terhadap sektor lain seperti transportasi, kuliner, dan kebutuhan pokok masyarakat.

Baca Juga: Heboh Guru Honorer Gugat MBG ke MK, Mendikdasmen Abdul Mu'ti 'Dana Pendidikan Tak Dipangkas', Ini Faktanya


Anggaran THR dan Tambahan PPPK

Isu anggaran menjadi perhatian tersendiri.

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah ASN di lingkungan Pemkot Malang mengalami peningkatan, termasuk setelah pengangkatan PPPK.

Bertambahnya jumlah pegawai otomatis berdampak pada total kebutuhan belanja pegawai, termasuk komponen THR.

Namun, apakah terjadi peningkatan nominal THR atau tidak masih menunggu ketentuan resmi dari pemerintah pusat.

Besaran dan komponen THR ASN biasanya diatur melalui peraturan pemerintah yang diterbitkan menjelang Ramadan.


ASN Diminta Bersabar

Untuk saat ini, ASN Kota Malang diminta bersabar menunggu keputusan resmi.

Baca Juga: Bongkar Rahasia Lulus TIU CPNS! Cara Hitung Persentase Tanpa Kalkulator, Cepat dan Akurat

Pemkot Malang memastikan siap menyalurkan THR begitu aturan dan anggaran telah ditetapkan secara final oleh pemerintah pusat.

Dengan adanya sinyal percepatan ini, harapan besar muncul agar pencairan THR ASN Kota Malang benar-benar bisa dilakukan pada awal Ramadan 2026.

Jika terealisasi, kebijakan ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi ASN, tetapi juga bagi perekonomian Kota Malang secara keseluruhan.***