POJOKBOGOR.ID - Kabar terbaru soal pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN di Kabupaten Bojonegoro masih belum menemui kepastian.

Hingga akhir Februari 2026, pencairan THR untuk ribuan PNS dan PPPK di lingkungan Pemkab Bojonegoro masih menunggu terbitnya PP dari pusat.

Padahal, jumlah ASN di Bojonegoro saat ini mencapai 16.392 orang.

Baca Juga: THR ASN Bantul 2026 Masih Belum Jelas, Pemkab Tunggu Lampu Hijau Pemerintah Pusat

Mereka terdiri dari 6.968 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 9.376 PPPK penuh waktu, dan 48 PPPK paruh waktu.


Masih Menunggu Regulasi Pemerintah Pusat

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Aparatur BKPP Bojonegoro, Daniar Surya Adi Permana, menegaskan bahwa dasar hukum pencairan THR 2026 belum diterbitkan.

Dikutip dari Radar Bojonegoro, 28 Februari 2026, Daniar Surya Adi Permana mengungkapkan bahwa:

Baca Juga: Kabar Baik Guru Tunggal! SKTPG Sudah Terbit dan Sebagian Dana Mulai Salur, Ini Penjelasan Update Info GTK Terbaru

“Masih menunggu (regulasi) Peraturan Pemerintah-nya ditetapkan untuk tahun 2026 ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa tanpa terbitnya PP, pemerintah daerah belum dapat mengeksekusi pencairan THR.

Meskipun kebutuhan ASN semakin mendesak menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Baca Juga: Wali Murid Soroti Paket MBG, SPPG Kertajaya Rumpin Bogor Bakal Lebih Perketat Pengawasan Distribusi


Anggaran 2026 Belum Diungkap

Hingga saat ini, besaran anggaran THR ASN Bojonegoro 2026 juga belum diumumkan secara resmi.

Kepala BPKAD Bojonegoro belum memberikan keterangan terkait jumlah anggaran maupun jadwal pencairan.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu Pemkab Bojonegoro mengalokasikan sekitar Rp59 miliar untuk pembayaran THR ASN.

Saat itu, jumlah penerima sebanyak 12.595 ASN yang terdiri dari 6.917 PNS dan 5.678 PPPK.

Namun pada 2026, jumlah ASN meningkat signifikan menjadi 16.392 orang.

Baca Juga: Resep Menu Buka Puasa Vegetarian yang Bikin Kenyang Tahan Lama, Nomor 2 Favorit Keluarga

Artinya, kebutuhan anggaran THR dipastikan akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.


PPPK Paruh Waktu Masih Abu-Abu

Salah satu yang masih menjadi tanda tanya adalah nasib PPPK paruh waktu.

Daniar menyebut kepastian apakah PPPK paruh waktu akan menerima THR atau tidak masih menunggu regulasi yang sama.

Baca Juga: Fantastis! Pemprov Jateng Siapkan Rp380 Miliar untuk THR 49.000 ASN, Kapan Cair?

Hal ini menambah ketidakpastian di kalangan ASN, terutama bagi PPPK yang baru diangkat dan masih menanti kejelasan hak mereka.


THR Jadi Harapan Jelang Idulfitri

THR ASN menjadi salah satu komponen penting dalam perputaran ekonomi daerah, terutama menjelang Idulfitri.

Selain membantu kebutuhan rumah tangga ASN, pencairan THR juga berdampak pada sektor perdagangan dan UMKM.

Baca Juga: Kapan THR Pensiunan 2026 Cair? Ini Perkiraan Jadwal dan Rincian Dana Pensiun ASN Terbaru

Dengan jumlah ASN yang mencapai lebih dari 16 ribu orang, pencairan THR di Bojonegoro dipastikan memiliki efek ekonomi yang cukup besar.

Namun selama PP belum diterbitkan, pencairan THR ASN Bojonegoro masih belum dapat dilakukan.


Tren Nasional Masih Tunggu PP

Kondisi ini bukan hanya terjadi di Bojonegoro.

Sejumlah daerah lain juga menunggu terbitnya PP sebagai dasar hukum pencairan THR ASN 2026.

Pemerintah pusat memang telah menyiapkan anggaran THR secara nasional.

Namun pencairannya tetap harus melalui regulasi resmi berupa Peraturan Pemerintah.

Baca Juga: ASN Wajib Lapor SPT Sebelum 28 Februari 2026! Telat Sedikit Bisa Kena Sanksi, Ini Penjelasannya

Karena itu, ribuan ASN Bojonegoro kini masih menantikan keputusan final dari pemerintah pusat terkait jadwal dan skema pembayaran THR tahun ini.

Dengan waktu Ramadan yang semakin dekat, perhatian publik kini tertuju pada kapan PP tersebut resmi diterbitkan.***