BOGOR.POJOKSATU.id - Anggaran Badan Gizi Nasional atau BGN kembali menjadi perhatian setelah muncul informasi mengenai pengadaan perlengkapan tidur dengan nilai mencapai Rp9,097 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Belanja tersebut disebut mencakup sejumlah barang seperti sprei, sarung bantal, serta berbagai perlengkapan tidur lainnya.
Pengadaan ini kemudian memunculkan pertanyaan mengenai urgensi barang-barang tersebut dalam mendukung tugas dan fungsi BGN, terutama karena lembaga tersebut saat ini menjadi salah satu pelaksana utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan nilai anggaran mencapai miliaran rupiah, rincian kebutuhan pengadaan menjadi penting untuk diketahui publik. Mulai dari jumlah barang yang dibeli, spesifikasi produk, penerima atau lokasi penggunaannya, hingga mekanisme pengadaan yang diterapkan.
Transparansi dinilai penting karena anggaran tersebut berasal dari APBN atau uang negara yang penggunaannya perlu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Publik juga perlu mendapat penjelasan mengenai hubungan pengadaan perlengkapan tidur tersebut dengan kebutuhan operasional BGN serta pelaksanaan program-program yang menjadi tanggung jawab lembaga tersebut.
Sorotan terhadap pengadaan ini muncul di tengah besarnya alokasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat.
Selain persoalan efektivitas program, tata kelola anggaran dan proses pengadaan barang juga menjadi bagian yang mendapat perhatian.
Karena itu, keterbukaan mengenai penggunaan dana Rp9,097 miliar tersebut diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
BGN diharapkan dapat menjelaskan secara rinci dasar kebutuhan pengadaan sprei, sarung bantal dan perlengkapan tidur tersebut, termasuk lokasi penggunaannya serta proses pemilihan penyedia.
Penjelasan tersebut penting untuk memastikan setiap rupiah APBN benar-benar digunakan sesuai kebutuhan, aturan pengadaan, serta dapat diawasi secara terbuka oleh masyarakat.***



