BOGOR.POJOKSATU.id - RSUD dr. Haryoto Lumajang melaporkan adanya tren peningkatan jumlah pasien di Poli Telinga, Hidung, dan Tenggorokan atau THT dalam beberapa bulan terakhir.

Kenaikan ini terutama dialami oleh pasien yang mengeluhkan gangguan pada telinga, dan diduga kuat berkaitan dengan maraknya penggunaan sound horeg pada berbagai acara, seperti karnaval dan hajatan warga.

Dokter Spesialis THT RSUD dr. Haryoto, Aliyah Hidayati, mengungkapkan bahwa mayoritas pasien datang dengan keluhan telinga berdengung, rasa tidak nyaman, hingga gangguan pendengaran setelah terpapar suara keras dari sound horeg.

Menurutnya, pola ini mulai terlihat jelas seiring seringnya perhelatan yang menggunakan sistem suara berdaya tinggi di masyarakat.

"Jumlah pasien dengan gangguan telinga memang meningkat. Setelah kami telusuri, sebagian besar keluhannya muncul setelah menghadiri atau berada di dekat acara yang menggunakan sound horeg," jelas Aliyah.

Ia menambahkan, dalam beberapa kasus, pasien yang sebelumnya sudah memiliki masalah pada telinga mengalami kondisi yang semakin parah setelah tetangga atau lingkungannya mengadakan hajatan dengan menyewa sound horeg.

Getaran dan volume suara yang sangat tinggi menjadi faktor yang memperburuk gangguan tersebut.

Aliyah mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan batas kenyamanan suara saat mengadakan acara, terutama di lingkungan padat penduduk, agar tidak menimbulkan dampak kesehatan pada orang lain.

Pihak rumah sakit juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan, seperti menggunakan pelindung telinga atau menjaga jarak dari sumber suara bising, demi melindungi kesehatan pendengaran. ***