BOGOR.POJOKSATU.id – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG berpeluang mengalami perubahan skema.

Pemerintah kini mulai mempertimbangkan kantin sekolah sebagai salah satu jalur penyaluran makanan bergizi kepada para siswa.

Opsi tersebut mencuat setelah Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajarannya mengkaji seluruh kemungkinan mekanisme yang dinilai lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengatakan pemerintah diberikan ruang untuk mengevaluasi pola pelaksanaan MBG yang saat ini berjalan.

Menurutnya, apabila ditemukan skema lain yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan mempercepat distribusi, maka mekanisme tersebut dapat dipertimbangkan lebih lanjut.

Salah satu pilihan yang mulai dibahas adalah pemanfaatan kantin sekolah.

Melalui skema ini, kantin berpotensi dilibatkan dalam proses penyediaan maupun penyaluran makanan kepada siswa dengan tetap mengikuti standar gizi, keamanan pangan, dan pengawasan yang ditetapkan pemerintah.

Meski demikian, pelibatan kantin sekolah belum menjadi keputusan final.

Saat ini, pelaksanaan MBG masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 yang menempatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG sebagai pelaksana utama program.

Pemerintah masih melakukan kajian bersama kementerian dan lembaga terkait untuk menilai kesiapan fasilitas, tenaga pengelola, sistem pengawasan, hingga kualitas makanan apabila kantin sekolah benar-benar dilibatkan.

Skema tersebut juga perlu memastikan bahwa setiap siswa memperoleh porsi makanan yang sesuai standar tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, pemerintah harus mengantisipasi perbedaan kapasitas kantin di setiap sekolah, terutama antara wilayah perkotaan dan pelosok.

Apabila dinilai layak, pelibatan kantin sekolah dapat menjadi solusi tambahan dalam memperluas jangkauan MBG.

Namun, masyarakat tetap diminta menunggu keputusan dan petunjuk teknis resmi sebelum perubahan mekanisme diberlakukan.***