BOGOR.POJOKSATU.id - Fenomena bediding mulai dirasakan di sejumlah wilayah Pulau Jawa seiring masuknya musim kemarau 2026.

Warga Jawa Tengah, DIY Yogyakarta hingga Jawa Timur mulai merasakan udara yang lebih sejuk, terutama pada malam hingga dini hari. Fenomena ini diperkirakan akan semakin kuat pada Juli hingga Agustus mendatang.

Bediding merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suhu udara yang terasa lebih dingin saat musim kemarau.

Kondisi ini terjadi karena langit yang lebih cerah membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari.

Di Jawa Tengah, sejumlah wilayah seperti Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara, Pekalongan, Batang, Wonosobo, dan Brebes mulai memasuki musim kemarau pada Juni 2026.

Wilayah dataran tinggi seperti Dieng dan Wonosobo menjadi kawasan yang paling terasa mengalami penurunan suhu udara saat pagi hari.

Sementara itu di DIY Yogyakarta, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang dibanding kondisi normal. Kondisi tersebut berpotensi membuat fenomena bediding berlangsung lebih lama, terutama di wilayah Sleman, Bantul, dan Gunungkidul.

Di Jawa Timur, udara dingin mulai dirasakan sejak akhir Mei. BMKG Karangploso memperkirakan puncak bediding di Malang Raya akan terjadi pada Juli 2026.

Suhu minimum di Kota Malang berpotensi mencapai 19 derajat Celsius, sedangkan kawasan dataran tinggi seperti Batu dan Karangploso dapat turun hingga sekitar 16 derajat Celsius.

Bahkan berdasarkan prakiraan cuaca terkini, suhu di kawasan Batu sempat diprediksi menyentuh kisaran 11–14 derajat Celsius pada awal Juni 2026.

Selain menimbulkan udara yang lebih dingin, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering dan lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia.

Karena itu, masyarakat dan petani di sejumlah daerah mulai diimbau untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan menjaga ketersediaan air.

BMKG memperkirakan puncak fenomena bediding akan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026, bertepatan dengan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.***