POJOKBOGOR.ID - Fenomena kekerasan dalam hubungan pacaran belakangan makin sering terdengar. Duh, miris ya.
Banyak yang awalnya terlihat “cuma emosi sesaat”, eh ternyata bisa jadi tanda awal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di masa depan.
Kekerasan dalam pacaran bukan cuma soal fisik.
Justru, sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang dianggap sepele.
Baca Juga: SLIK di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan Rumah Subsidi? Wah, Ini Kabar Baiknya!
Misalnya, pasangan mulai mengontrol berlebihan, melarang berteman, atau gampang marah tanpa alasan jelas.
Hmm, kedengarannya familiar?
Psikolog menyebut, pola seperti ini bisa menjadi “bibit” KDRT. Awalnya mungkin hanya kata-kata kasar atau tekanan emosional.
Tapi kalau dibiarkan, bisa berkembang jadi kekerasan fisik. Nah lho, ini yang sering nggak disadari.
Baca Juga: Rekrutmen 35 Ribu Manajer KDKMP dan KNMP Dipastikan Tanpa Ordal, Serius Nih?
“Dia cemburu karena sayang,” atau “Dia marah karena peduli,” ungkapan seperti ini sering dijadikan pembenaran.
Padahal, eh tunggu dulu, rasa sayang seharusnya nggak menyakiti, kan?
Selain itu, tanda lain yang perlu diwaspadai adalah pasangan yang sering merendahkan, memanipulasi, atau membuat kita merasa bersalah terus-menerus.
Lama-lama, korban bisa kehilangan kepercayaan diri. Waduh, ini serius banget.
Data dari berbagai lembaga perlindungan perempuan menunjukkan bahwa banyak kasus KDRT berawal dari hubungan pacaran yang tidak sehat.
Artinya, fase ini sebenarnya jadi momen penting untuk mengenali red flag sejak dini.
Eits, bukan berarti semua hubungan yang pernah bertengkar itu berbahaya.
Tapi, kalau pola kekerasan terus berulang dan makin intens, itu sudah jadi alarm keras.
Penting banget untuk berani bicara dan mencari bantuan jika merasa berada dalam hubungan yang tidak sehat.
Entah ke teman, keluarga, atau lembaga terkait. Jangan dipendam sendiri, ya.
Pada akhirnya, hubungan yang sehat itu saling menghargai, bukan saling menyakiti.
Jadi, kalau sudah muncul tanda-tanda kekerasan, jangan ragu untuk mengambil langkah.
Ingat, kamu berhak untuk merasa aman dan dihargai.***




