BOGOR.POJOKSATU.id - Nama Ressa Rizky Rosano belakangan menjadi sorotan publik. Pria berusia 24 tahun asal Banyuwangi itu tengah berjuang secara hukum untuk mendapatkan pengakuan sebagai anak kandung dari penyanyi Denada.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah Denada menyatakan bahwa Ressa memang merupakan anak biologisnya.

Namun di tengah perjuangan itu, muncul ironi lain. Ressa justru dituding tidak mengakui dan tidak bertanggung jawab terhadap anak yang disebut-sebut merupakan darah dagingnya sendiri.

Sebelumnya, Ressa sempat membantah kabar bahwa dirinya pernah menikah. Ia menegaskan statusnya masih lajang dan menyebut isu pernikahan sebagai informasi yang tidak benar.

“Kalau soal kabar itu nggak benar ya. Kabar itu hoaks,” ujar Ressa dalam wawancara di kanal YouTube Seleb Oncam News.

“Sampai saat ini saya masih single dan belum pernah menikah,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut mencuat setelah Ressa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur, demi mendapatkan pengakuan hukum sebagai anak Denada. Proses itu akhirnya diakui Denada, yang menyatakan Ressa memang anak kandungnya.

Namun klaim Ressa soal status lajang dibantah oleh seorang perempuan bernama Dini, yang mengaku sebagai mantan istri Ressa. Dini menegaskan bahwa ia pernah menikah secara sah dengan Ressa beberapa tahun lalu.

“Itu (pernikahan) memang pernah terjadi,” kata Dini.

Ia menyebut pernikahan tersebut berlangsung sekitar tahun 2021 atau 2022, meski saat ini masih berusaha mengumpulkan dokumen pendukung.

“Tahun pernikahan bisa saya perkirakan di sekitaran 2022 atau 2021. Saya lagi mencari bukti-bukti pernikahan itu, cuma untuk saat ini belum,” ujarnya.

Dini juga menceritakan awal perkenalan mereka yang terjadi sejak duduk di bangku SMA pada 2018.

“Beda sekolah, dikenalin sama teman. Beda angkatan, saya lebih tinggi dari Ressa,” tuturnya.

Hubungan tersebut kemudian berlanjut ke jenjang pernikahan dan dari pernikahan itu lahir seorang anak yang kini berusia enam tahun. Namun rumah tangga keduanya tidak bertahan lama dan berakhir dengan perpisahan.

Menurut Dini, selama berpisah, Ressa sempat memberikan nafkah kepada anak mereka, namun tidak berkelanjutan.

“Anak pernah dinafkahi, tapi tidak berkelanjutan. Sempat memberi uang jajan atau uang apa, tapi setelah itu tidak ada lagi kontak,” katanya.

Ia menambahkan bahwa komunikasi dengan keluarga Ressa juga sudah terputus cukup lama.

“Kalau saya pribadi sudah lama tidak ada kontak, mungkin dua sampai tiga tahun,” ujarnya.

Meski Dini kini telah menikah lagi, ia mengatakan bahwa anaknya tetap mengetahui siapa ayah kandungnya.

“Dia tahu bapak biologisnya siapa. Kadang bertanya, ‘Mama kenapa papa nggak pernah jengukin Aldan? Padahal Aldan kangen,’” tutur Dini.

“Saya cuma bilang, ‘Sabar dulu ya, mungkin papa lagi kerja,’” tambahnya.

Dini mengaku sedih melihat polemik yang kini menimpa Ressa, terutama terkait hubungannya dengan Denada. Ia menilai ada ironi besar dalam sikap mantan suaminya tersebut.

“Saya ikut bersedih dengan apa yang dialami Ressa. Tapi setelah statemen itu muncul, saya bertanya, kenapa kamu melakukan hal yang sama? Kamu mati-matian minta pengakuan dari ibu kamu, tapi kamu sendiri tidak mengakui anakmu,” ucapnya.

Kuasa hukum Dini juga menegaskan bahwa kliennya memang pernah menikah dengan Ressa dan memiliki seorang anak dari pernikahan tersebut.

“Pernah menikah dan memiliki satu anak. Kami berharap Ressa mengakui anak tersebut karena memang lahir dari pernikahan,” kata kuasa hukum Dini.

Ia menambahkan bahwa tuntutan yang diajukan bukan semata persoalan mantan istri, melainkan hak anak yang harus dipenuhi.

“Yang ada itu anak, bukan mantan anak. Kami berharap ada pengakuan dan tanggung jawab dari Ressa, termasuk soal nafkah,” tegasnya.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik karena dinilai sarat ironi: ketika seseorang memperjuangkan pengakuan sebagai anak, namun di saat yang sama dituding mengabaikan tanggung jawab sebagai orang tua.