BOGOR.POJOKSATU.id - Kabar pencairan bantuan sosial kembali menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan bahwa penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap kedua tahun 2026 segera dimulai dalam waktu dekat.
Bantuan untuk periode April hingga Juni tersebut direncanakan mulai disalurkan pada pekan kedua bulan April. Informasi ini menjadi angin segar bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menunggu kepastian jadwal pencairan.
“Penyaluran bansos triwulan kedua akan dimulai pada pekan kedua bulan April,” ujar Menteri Sosial.
Meski jadwal sudah ditentukan, proses pencairan tidak dilakukan secara langsung dalam satu waktu. Pemerintah masih harus melalui sejumlah tahapan administratif, mulai dari pemutakhiran data penerima hingga proses verifikasi dan pencairan anggaran.
Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh pihak yang berhak. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar menunggu proses tersebut selesai.
Selain itu, mekanisme penyaluran bansos tetap dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui rekening bank Himbara (melalui kartu KKS) serta melalui PT Pos Indonesia, khususnya bagi penerima yang belum memiliki rekening.
Dengan skema ini, pemerintah berupaya memastikan distribusi bantuan tetap berjalan lancar dan menjangkau seluruh penerima, termasuk mereka yang baru terdaftar.
Kementerian Sosial juga menegaskan bahwa proses penyaluran bansos tidak hanya bergantung pada jadwal, tetapi juga kesiapan administrasi di lapangan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan data maupun keterlambatan distribusi.
Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi resmi terkait pencairan bantuan serta memastikan data kepesertaan tetap valid agar tidak terkendala saat proses penyaluran berlangsung.
Dengan dimulainya pencairan pada pertengahan April, pemerintah berharap bantuan ini dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan.***



