POJOKBOGOR.id, Jakarta — Upaya memperkuat pengelolaan lingkungan di wilayah perkotaan terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta memperkuat kerja sama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian pada Rabu (16/9/2026) di Aula Sasana Dirgantara AFT Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kolaborasi Pertamina dan DLH DKI diarahkan untuk mendukung Program Pusaka Askara di Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Program ini menyasar pemberdayaan kelompok rentan dengan menggabungkan sejumlah aspek, mulai dari ketahanan pangan, penguatan ekonomi lokal hingga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin, Kepala Bidang Peran Serta Masyarakat, Data dan Informasi Elisabeth Tarigan, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Julius Monangta, serta AFT Manager Halim Perdanakusuma Irine Yuliana beserta jajaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengapresiasi langkah Pertamina yang dinilai turut mendukung pembangunan daerah dan nasional, terutama dalam pengelolaan lingkungan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap terbangun kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan Jakarta yang lebih bersih, berdaya, dan berkelanjutan, sehingga Jakarta bisa menjadi wilayah percontohan nasional bagi provinsi lain,” ujar Dudi.
Dorong Pemberdayaan dan Lingkungan Berkelanjutan
AFT Manager Halim Perdanakusuma Irine Yuliana mengatakan kerja sama dengan DLH DKI merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk ikut mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Agenda penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pertamina dengan DLH Provinsi DKI Jakarta ini merupakan perwujudan dari komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional secara berkelanjutan. Kolaborasi ini kami wujudkan melalui implementasi TJSL perusahaan dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Irine.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Pertamina Patra Niaga Regional JBB Reno Fri Daryanto menilai pengelolaan lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak.
“Kerja sama ini menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung agenda keberlanjutan. Kami percaya bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat. Melalui kolaborasi dalam program pemberdayaan dan perlindungan keanekaragaman hayati, kami ingin menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perkotaan,” jelas Reno.
Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina dan DLH DKI mendorong pendekatan yang menggabungkan pemberdayaan masyarakat dengan upaya menjawab persoalan lingkungan perkotaan.
Fokusnya mencakup penguatan ketahanan pangan, konservasi keanekaragaman hayati, serta pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung Program Asta Cita, khususnya melalui penguatan kemandirian pangan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi hijau.
Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.***




