BOGOR.POJOKSATU.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi iklim di Indonesia pada tahun 2026.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan datang lebih awal dibandingkan kondisi normal, dengan karakter hujan yang lebih sedikit serta durasi kemarau yang berpotensi lebih panjang di sejumlah wilayah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa perubahan pola musim ini berkaitan dengan berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026 yang kini beralih menuju fase netral.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan karena terdapat peluang munculnya fenomena El Niño pada paruh kedua tahun ini.

“Fase La Niña lemah telah berakhir pada Februari 2026 dan saat ini kondisi iklim global memasuki fase netral. Namun terdapat peluang sekitar 50 hingga 60 persen terjadinya El Niño kategori lemah hingga moderat pada semester kedua tahun 2026,” ujar Teuku Faisal Fathani.

Secara meteorologis, masuknya musim kemarau biasanya ditandai dengan perubahan arah angin dari Angin Baratan atau Monsun Asia menjadi Angin Timuran atau Monsun Australia.

BMKG memperkirakan sejumlah wilayah akan mengalami awal musim kemarau lebih cepat dari biasanya.

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku hingga sebagian Papua.

Selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diprediksi memiliki karakter yang lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Berdasarkan analisis BMKG, sekitar 64,5 persen Zona Musim di Indonesia diperkirakan akan mengalami kemarau dengan tingkat kekeringan yang lebih tinggi dari rata-rata.

Sementara itu, sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia berpotensi menghadapi durasi musim kemarau yang lebih panjang.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kekeringan meteorologis yang berpotensi berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air, pertanian, hingga potensi kebakaran lahan.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini guna meminimalkan dampak dari potensi kemarau panjang pada tahun ini. ***