POJOKBOGOR.ID - Bulan Ramadan sering identik dengan perubahan rutinitas harian.
Jam tidur berubah, pola makan ikut menyesuaikan, dan energi terasa naik turun sepanjang hari.
Tapi di tengah kondisi itu, muncul pertanyaan yang cukup sering terdengar boleh nggak sih ngegym saat puasa?
Jawabannya, boleh.
Baca Juga: Wah! Alfamart Tebar Diskon Ramadan 2026, Produk Kebutuhan Lebaran Ini Harganya Bikin Hemat
Tapi… ada catatan penting yang wajib diperhatikan.
Sebab olahraga saat tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama belasan jam tentu berbeda dibanding hari biasa.
Banyak orang tetap memilih pergi ke gym selama Ramadan demi menjaga kebugaran tubuh.
Bahkan, tren “Ramadan workout” makin populer di media sosial. Nah, sebelum ikut-ikutan, yuk pahami dulu kelebihan dan kekurangannya.
Baca Juga: Viral Proposal THR Ormas Bikin Resah! Aparat Tegas, Jangan Takut, Itu Bisa Masuk Pemerasan
Kelebihan Ngegym Saat Puasa
Salah satu manfaat utama olahraga saat puasa adalah membantu menjaga massa otot.
Ketika aktivitas fisik tetap dilakukan, tubuh akan mempertahankan metabolisme sehingga tidak mudah kehilangan kebugaran.
Selain itu, olahraga ringan hingga sedang justru bisa membantu tubuh membakar lemak lebih efektif.
Kok bisa? Karena saat puasa, cadangan gula dalam tubuh cenderung menurun sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.
Wah, ini yang bikin banyak orang merasa berat badan lebih cepat turun selama Ramadan.
Manfaat lain yang sering dirasakan adalah kualitas tidur yang lebih baik.
Aktivitas fisik membantu tubuh lebih rileks setelah berbuka, sehingga tidur malam terasa lebih nyenyak.
Bonusnya, mood juga jadi lebih stabil.
Baca Juga: 4 Menu Buka Puasa Spesial Menjelang Lebaran, Dendeng hingga Perkedel Udang, Dijamin Bikin Boros Nasi
Jadi nggak gampang lemas atau bad mood sepanjang hari.
Beberapa pelatih kebugaran bahkan menyarankan latihan ringan menjelang berbuka puasa.
Alasannya simpel setelah olahraga selesai, tubuh bisa langsung mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.
Kekurangan Ngegym Saat Puasa
Nah, di balik manfaatnya, ada juga risiko yang tidak boleh diabaikan.
Baca Juga: Hanya 1 dari 5 Peserta UTBK yang Lolos PTN: Tryout Ini Jadi Cara SiswaMengukur Peluang Sejak Dini
Salah satunya adalah dehidrasi.
Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan keringat, sementara selama puasa tidak ada cairan yang masuk.
Kalau intensitas latihan terlalu berat, tubuh bisa cepat kelelahan.
Selain itu, performa fisik biasanya menurun dibanding hari normal.
Jangan kaget kalau angkatan beban terasa lebih berat atau stamina cepat habis.
Itu wajar, karena tubuh sedang dalam kondisi energi terbatas.
Risiko lain adalah kehilangan massa otot jika latihan terlalu intens tanpa asupan protein yang cukup saat sahur dan berbuka.
Jadi, memaksakan latihan berat justru bisa menjadi bumerang.
“Yang sering salah itu mindset-nya. Banyak orang ingin latihan seperti hari biasa, padahal kondisi tubuh sedang berbeda,” ujar seorang instruktur fitness.
Baca Juga: ASN Baru Siap-Siap! Pemerintah Prioritaskan Rumah Subsidi untuk Pegawai Junior, Ini Lokasinya
Waktu Terbaik untuk Gym Saat Puasa
Eh, ini bagian pentingnya.
Waktu latihan sangat menentukan efek olahraga selama Ramadan.
Pilihan pertama adalah sekitar 30–60 menit sebelum berbuka.
Latihan bisa dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang, lalu tubuh segera mendapat nutrisi setelah adzan magrib.
Pilihan kedua adalah setelah berbuka puasa, sekitar 1–2 jam setelah makan ringan.
Energi sudah kembali, sehingga latihan bisa sedikit lebih maksimal.
Sementara latihan saat siang hari cenderung kurang direkomendasikan, terutama bagi pemula, karena risiko dehidrasi lebih tinggi.
Tips Aman Workout Saat Ramadan
Supaya tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, kurangi intensitas latihan sekitar 30–50 persen dari biasanya.
Kedua, fokus pada latihan maintenance, bukan mengejar peningkatan performa ekstrem.
Pastikan juga asupan nutrisi saat sahur mengandung protein, karbohidrat kompleks, dan cukup cairan.
Jangan lupa, tidur yang cukup juga berperan besar dalam pemulihan tubuh.
Jadi, ngegym saat puasa itu bukan hal yang dilarang.
Baca Juga: Heboh! PPPK Sumenep Dialihkan ke Koperasi Merah Putih, Bagaimana Nasib Gajinya?
Justru bisa memberi manfaat jika dilakukan dengan cara yang tepat.
Kuncinya sederhana dengarkan tubuh sendiri.
Kalau mulai pusing atau terlalu lelah, ya sudah, istirahat dulu.
Nggak perlu dipaksakan.
Ramadan bukan soal berhenti sehat, tapi menyesuaikan ritme hidup agar tetap seimbang.
Jadi, tetap aktif boleh banget asal tahu batasnya.***




