BOGOR.POJOKSATU.id - China kembali menjadi sorotan dunia riset setelah sebuah perusahaan rintisan mengembangkan teknologi yang diklaim mampu memperpanjang usia manusia secara signifikan.

Startup bernama Lonvi Biosciences yang berbasis di Shenzhen tengah meneliti apa yang disebut sebagai pil panjang umur, dengan klaim potensi usia manusia dapat mencapai hingga 150 tahun.

Pengembangan pil tersebut difokuskan pada penargetan sel tua atau senescent cells, yang kerap dijuluki sebagai sel zombie.

Sel-sel ini diyakini tetap bertahan hidup meski sudah tidak berfungsi normal, serta berperan dalam memicu peradangan kronis dan mempercepat proses penuaan tubuh.

Lonvi Biosciences mengklaim bahwa dengan menekan atau mengeliminasi sel-sel tersebut, kerusakan jaringan tubuh dapat diperlambat, sehingga proses penuaan berlangsung lebih lambat.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjaga fungsi organ lebih lama dan meningkatkan kualitas hidup di usia lanjut.

Meski terdengar menjanjikan, teknologi pil panjang umur ini masih berada dalam tahap penelitian.

Hingga saat ini, efektivitas dan keamanannya belum diuji secara klinis pada manusia. Seluruh klaim yang disampaikan masih bersifat eksperimental dan berbasis riset laboratorium awal.

Para peneliti menegaskan bahwa pengembangan obat anti-penuaan merupakan bidang yang sangat kompleks dan membutuhkan pengujian jangka panjang.

Oleh karena itu, meskipun inovasi ini menarik perhatian, para ahli mengingatkan publik untuk tetap bersikap realistis hingga bukti ilmiah yang kuat benar-benar tersedia.

Riset ini menambah daftar panjang upaya global dalam mencari cara memperlambat penuaan.

Namun jalan menuju pil yang benar-benar dapat memperpanjang usia manusia secara drastis masih memerlukan waktu dan pembuktian ilmiah yang mendalam. ***