BOGOR.POJOKSATU.id - Lembaga Antariksa Amerika Serikat atau NASA melaporkan temuan terbaru yang menunjukkan bahwa kadar oksigen di Bumi mengalami penurunan secara perlahan, terutama di wilayah lautan.

Fenomena ini menjadi perhatian serius para ilmuwan karena dapat memengaruhi keseimbangan ekosistem laut dan kehidupan hewan di dalamnya.

Berdasarkan hasil penelitian jangka panjang, NASA mencatat bahwa sejak tahun 1960-an, lautan dunia telah kehilangan sekitar 2 persen kadar oksigennya.

Jika tren ini terus berlanjut, para peneliti memprediksi akan terjadi penurunan tambahan sebesar 3 hingga 7 persen pada tahun 2100.

Meski demikian, NASA menegaskan bahwa manusia tidak akan kehabisan oksigen untuk bernapas dalam waktu dekat. Atmosfer Bumi masih memiliki kadar oksigen yang cukup stabil.

Namun, penurunan oksigen di lautan justru menjadi ancaman yang lebih mendesak karena berpotensi mengganggu rantai makanan laut, memperparah kondisi “zona mati” (daerah laut tanpa oksigen), dan memengaruhi keseimbangan ekosistem global.

Peneliti NASA menjelaskan bahwa penyebab utama penurunan oksigen laut berkaitan dengan pemanasan global.

Suhu laut yang meningkat mengurangi kemampuan air untuk menyerap dan menahan oksigen.

Selain itu, pencemaran dan aktivitas manusia seperti limpasan pupuk ke laut turut memperparah kondisi ini dengan mempercepat pertumbuhan alga yang kemudian menguras oksigen saat membusuk.

Para ahli menyerukan perlunya langkah mitigasi nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan menjaga kesehatan lautan.

Upaya seperti mengurangi emisi karbon, membatasi polusi, dan melindungi ekosistem laut dinilai sangat penting agar penurunan kadar oksigen tidak berujung pada krisis kehidupan bawah laut di masa depan.***