POJOKBOGOR.id - Seorang pria asal Ghana bernama Ebo Noah mendadak jadi perbincangan dunia maya.
Ia mengaku sebagai nabi dan mengklaim tengah mempersiapkan umat manusia menghadapi kiamat yang disebutnya akan terjadi pada Natal 2025.
Ebo Noah mengatakan telah membangun delapan bahtera kayu raksasa di wilayah Kumasi, Ghana.
Menurutnya, kapal-kapal itu dirancang untuk menyelamatkan manusia dan hewan dari banjir global yang disebut tinggal hitungan minggu.
Kisah ini bermula dari mimpi. Seperti dikutip dari IB Times, Minggu (14/12/2025), Ebo Noah mengaku didatangi Tuhan dalam tidurnya.
Dalam penglihatan tersebut, ia melihat hujan turun tanpa henti mulai 25 Desember 2025 dan berlangsung selama tiga hingga empat tahun.
Ia menggambarkan mimpi itu penuh adegan mengerikan yang mana kota-kota tenggelam, benua dilahap air, dan manusia berlarian mencari perlindungan.
Ebo Noah menyebutnya sebagai pengulangan banjir besar dalam kisah Alkitab, namun kali ini disertai tenggat waktu dan perintah yang jelas.
Narasi itu membuatnya dijuluki sebagai “Nuh modern”.
Ia mengklaim mendapat mandat ilahi untuk membangun bahtera dan menyiapkan sekelompok manusia terpilih yang akan mengisi kembali dunia setelah banjir surut.
Proyek tersebut, katanya, sudah rampung sekitar 80 persen dan setiap prosesnya dipandu oleh “waktu ilahi”.
Video pembangunan bahtera pun viral. Klip-klip yang beredar menampilkan lambung kayu raksasa, tumpukan papan, hingga pengikut yang melantunkan doa.
Ebo Noah menyebut setiap bahtera menggunakan sekitar 250 ribu papan kayu yang dipilih berdasarkan instruksi Tuhan.
Viralnya video itu memancing rasa penasaran publik.
Sejumlah orang datang langsung ke Kumasi untuk melihat bahtera dari dekat, sementara warganet lain mempertanyakan keasliannya, bahkan menduga visual tersebut hasil kecerdasan buatan (AI).
Terlepas dari pro dan kontra, perhatian terhadap Ebo Noah terus melonjak.
Akun media sosialnya di TikTok, Facebook, dan Instagram kini memiliki lebih dari 380 ribu pengikut.
Isinya beragam mulai dari penganut setia, penonton penasaran, hingga mereka yang menganggapnya sekadar hiburan ekstrem.
Daya tarik lain datang dari klaim bahwa hewan-hewan mulai berdatangan sendiri ke lokasi bahtera.
Dalam beberapa video, Ebo Noah menunjukkan kambing dan burung yang disebutnya sebagai tanda nubuat sedang tergenapi.
Ia bersikeras bahtera akan membawa dua ekor dari setiap spesies, seperti kisah klasik dalam kitab suci.
Para pengikutnya menyebut Ebo Noah sebagai nabi akhir zaman.
Doa bersama, nyanyian, dan pertemuan bernuansa ritual kerap terlihat dalam video yang beredar. Namun, kritik juga bermunculan.
Sebagian menilainya sebagai delusi, sementara yang lain melihatnya sebagai produk sensasi digital yang diperkuat algoritma.
Hingga kini, otoritas Ghana belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Lembaga ilmiah dan para ahli meteorologi pun menegaskan tidak ada prediksi banjir global.
Di kalangan pemuka agama, respons pun terbelah, ada yang menyebutnya sesat, ada pula yang memilih tidak berkomentar.
Satu hal yang pasti, delapan bahtera kayu itu telah menjadi pusat kegilaan daring global.
Nyata atau tidak, dilebih-lebihkan atau direkayasa, jutaan orang terus menonton dan menunggu.
Natal 2025 pun kini bukan sekadar hari raya, tetapi tanggal yang dinanti untuk membuktikan ramalan ini akan tenggelam, atau justru bertahan.




