POJOKBOGOR.ID - Arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Merak–Bakauheni dipastikan berjalan lancar.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah menyiapkan strategi matang dengan mengerahkan 75 unit kapal, dua dermaga eksekutif, serta 1.900 personel gabungan untuk mengawal pergerakan jutaan pemudik yang akan menyeberang melalui Selat Sunda.

Direktur Utama ASDP menegaskan, total proyeksi penumpang yang akan menyeberang selama periode mudik dan arus balik Lebaran tahun ini mencapai 5,8 juta orang.

Angka tersebut mencakup penumpang pejalan kaki maupun pengguna kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Baca Juga: Ini Dia Rest Area Favorit Pemudik Tiap Tahun, Fasilitasnya Lengkap Bak Mall!

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, ASDP telah menyediakan kuota tiket sebanyak 1,5 juta lembar yang wajib dibeli secara online melalui aplikasi Ferizy.

Penjualan tiket tidak lagi dilakukan di area pelabuhan.

“Kami pastikan tidak ada penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni,” tegas manajemen ASDP.

Kebijakan ini diterapkan untuk menghindari antrean panjang dan penumpukan kendaraan di sekitar pelabuhan seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga: Mau Mudik Lancar? Hindari Tol Ini Saat Lebaran, Titik Macetnya Sudah Terpetakan

Dengan sistem digitalisasi tiket, distribusi kendaraan dan penumpang dapat diatur lebih terukur berdasarkan jadwal keberangkatan.

Selain menyiapkan 75 kapal aktif, ASDP juga mengoptimalkan dua dermaga ekspres atau eksekutif yang diperuntukkan bagi kendaraan kecil dan penumpang prioritas.

Dermaga ini dirancang untuk mempercepat waktu bongkar muat sehingga arus kendaraan dapat bergerak lebih cepat.

Tidak hanya armada kapal, kesiapan personel juga menjadi perhatian utama.

Sebanyak 1.900 personel gabungan dari ASDP, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan instansi terkait lainnya disiagakan selama 24 jam penuh.

Mereka bertugas mengatur lalu lintas, pengamanan, serta memastikan keselamatan pelayaran.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, puncak arus mudik diprediksi terjadi H-3 hingga H-1 Lebaran.

Baca Juga: Mau Mudik Lancar? Hindari Tol Ini Saat Lebaran, Titik Macetnya Sudah Terpetakan

Karena itu, ASDP mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dan tidak menunda pembelian tiket.

Pengguna jasa juga diminta datang ke pelabuhan sesuai dengan jadwal keberangkatan yang tertera di tiket.

Jika datang terlalu awal atau terlambat, sistem akan melakukan penyesuaian berdasarkan ketersediaan slot kapal.

Digitalisasi melalui Ferizy dinilai efektif dalam menekan praktik percaloan tiket sekaligus meningkatkan transparansi pelayanan.

Baca Juga: Viral di Media Sosial, Kampung Sawah Resto Bogor Tawarkan Nongkrong Aesthetic di Tengah Sawah

Selain itu, sistem ini memungkinkan pemantauan jumlah kendaraan secara real time sehingga distribusi kapal dapat diatur secara dinamis.

Kementerian Perhubungan turut memberikan dukungan penuh terhadap kesiapan ASDP.

Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas menuju Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni, termasuk rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan.

Dengan kapasitas 75 kapal yang dioperasikan secara bergantian, waktu tunggu diperkirakan dapat ditekan seminimal mungkin.

ASDP juga menyiapkan skenario tambahan jika terjadi lonjakan ekstrem di luar prediksi.

Bagi masyarakat yang hendak mudik melalui jalur laut Merak–Bakauheni, penting memastikan beberapa hal sebelum berangkat.

Pertama, beli tiket lebih awal melalui aplikasi Ferizy.

Kedua, isi data kendaraan dan penumpang secara lengkap dan benar.

Ketiga, datang sesuai jadwal yang telah dipilih.

Baca Juga: Warna Baju Lebaran 2026 Paling Diburu, Ini Prediksi Tren yang Bikin Tampilan Makin Fresh dan Elegan

ASDP memastikan seluruh kapal yang beroperasi telah melalui pemeriksaan keselamatan dan laik laut.

Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama di tengah tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran.

Dengan berbagai persiapan tersebut, ASDP optimistis arus mudik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman.

Kolaborasi antara pemerintah, operator, serta kedisiplinan masyarakat menjadi kunci utama kelancaran penyeberangan Merak–Bakauheni.

Baca Juga: Mudik Gratis PT PPA Dibuka 18 Februari 2026, Rute Jakarta–Wonogiri dan Wonosari, Catat Tanggalnya Karena Kuota Terbatas!

Mudik bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi momentum berkumpul bersama keluarga.

Karena itu, perencanaan yang matang dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting demi perjalanan yang selamat sampai tujuan.***