BOGOR.POJOKSATU.id - Kasus Raya balita asal Sukabumi yang meninggal dunia karena ratusan cacing yang ada dalam tubuhnya nampaknya kini kembali terulang, kasus serupa juga kini yang dialami oleh Khaira Nur Sabrina.

Khaira Nur Sabrina sendiri merupakan balita berusia 1 tahun 8 bulan yang tinggal di Seluma, Bengkulu. Adanya cacing pada tubuh Sabrina membuat dirinya harus mendapatkann perawatan intensif.

Menanggapi kejadian tersebut, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Endriwan Mansyur akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan jika balita yang dirujuk dari Rumah Sakit Seluma telah sampai di RSUD M Yunus Bengkulu.

Menurutnya kondisi Sabrina kini sangat lemah, dan tim perawat juga memberikan makanan bergizi tinggi untuk memperbaiki kondisi pasien.

Endriwan menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan medis semata, tetapi juga memberikan asupan makanan dengan kandungan gizi tinggi agar kondisi tubuh balita yang dirawat dapat segera pulih.

Langkah ini diambil karena berdasarkan keterangan yang diterima, anak tersebut selama ini hanya mendapat makanan sederhana dengan nilai gizi yang minim sehingga diduga mengalami malnutrisi.

Ia juga mengungkapkan, untuk memastikan keamanan dan perkembangan kondisi pasien, pihak rumah sakit melakukan pengawasan yang lebih intensif.

Dugaan adanya larva yang bersarang di paru-paru yang terlihat pada hasil radiologi, menurutnya, akan kembali diperiksa secara mendalam untuk memperoleh diagnosis yang lebih akurat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan sebelumnya menyampaikan dugaan bahwa cacing gelang yang ditemukan di tubuh sang bocah.

Kemungkinan berasal dari lingkungan tempat tinggalnya yang kurang terjaga kebersihannya, sehingga memudahkan terjadinya infeksi parasit pada anak-anak. ***