BOGOR.POJOKSATU.id - Jawa Barat tercatat sebagai provinsi dengan jumlah anak putus sekolah pada jenjang Sekolah Dasar terbanyak di Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025.

Data tersebut berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atau Kemendikdasmen.

Dalam data tersebut, jumlah anak yang tercatat putus sekolah di Jawa Barat mencapai 114.513 orang.

Angka itu menjadi yang tertinggi secara nasional dan hampir dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 59.662 anak.

Besarnya jumlah tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan masih banyak anak usia sekolah dasar yang tidak dapat melanjutkan pendidikan hingga tuntas.

Meski demikian, data tersebut perlu dipahami secara utuh. Angka yang dirilis Kemendikdasmen merupakan jumlah anak yang tercatat putus sekolah, bukan persentase dari total populasi siswa di masing-masing provinsi.

Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, Jawa Barat memang memiliki populasi usia sekolah yang sangat tinggi.

Kondisi tersebut turut memengaruhi besarnya jumlah anak yang tercatat dalam data putus sekolah.

Kendati demikian, tingginya angka tersebut tetap menjadi pengingat bahwa tantangan di sektor pendidikan dasar masih perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Upaya memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak memerlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Selain memperluas akses pendidikan, diperlukan pula berbagai langkah untuk mencegah peserta didik berhenti sekolah karena faktor ekonomi, sosial, maupun kondisi lainnya.

Data ini diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan kebijakan agar angka putus sekolah di Jawa Barat dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak anak dapat menyelesaikan pendidikan dasar hingga tuntas.***