BOGOR.POJOKSATU.id – Surya Kencana selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan paling indah di Gunung Gede Pangrango.

Hamparan bunga edelweiss, udara pegunungan yang dingin, serta pemandangan savana yang luas membuat kawasan tersebut kerap disebut sebagai surga bagi para pendaki.

Namun, keindahan itu kini ternoda oleh pemandangan yang memprihatinkan.

Tumpukan sampah terlihat berserakan di sejumlah titik kawasan Surya Kencana. Bungkus makanan, botol minuman, plastik, hingga berbagai sisa perlengkapan pendakian tertinggal begitu saja setelah dibawa naik oleh pengunjung.

Kondisi tersebut menuai kritik dari masyarakat dan pencinta alam.

Pasalnya, masih banyak orang yang datang ke gunung dengan membawa label pecinta alam, tetapi justru meninggalkan sampah setelah menikmati pemandangan.

Ironisnya, sebagian pendaki mampu membawa makanan, minuman, dan perlengkapan lain hingga ke atas gunung, tetapi merasa keberatan untuk membawa kembali sampahnya saat turun.

Perilaku itu menunjukkan bahwa kesadaran menjaga lingkungan masih menjadi persoalan serius dalam aktivitas pendakian.

Gunung seharusnya bukan tempat untuk meninggalkan tanggung jawab.

Sampah yang menumpuk di Surya Kencana juga bukan semata-mata menjadi beban petugas, relawan, maupun pengelola kawasan.

Kondisi tersebut menjadi cerminan dari kebiasaan sebagian pengunjung yang masih berpikir bahwa akan selalu ada orang lain yang membersihkan sisa aktivitas mereka.

Padahal, sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dan berpotensi merusak ekosistem pegunungan.

Setiap pendaki seharusnya menerapkan prinsip membawa turun seluruh barang yang dibawa naik.

Mencintai alam tidak cukup hanya melalui foto, video, atau unggahan media sosial.

Rasa cinta terhadap gunung harus dibuktikan melalui tindakan sederhana, yakni menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan sampah.

Pendaki boleh meninggalkan jejak langkah dan kenangan, tetapi bukan jejak sampah yang merusak keindahan alam.***