BOGOR.POJOKSATU.id – Keindahan panorama matahari terbit di Gunung Gede kembali ternoda oleh ulah oknum pendaki yang tidak bertanggung jawab. Tumpukan sampah ditemukan di salah satu titik jalur pendakian dan menjadi sorotan di media sosial.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat berbagai jenis sampah berserakan di kawasan konservasi, mulai dari plastik, bungkus makanan, botol minuman, hingga peralatan makan sekali pakai yang ditinggalkan begitu saja usai digunakan.
Pemandangan tersebut memicu keprihatinan banyak pendaki dan pecinta alam. Mereka menilai perilaku membuang sampah sembarangan di gunung masih menjadi persoalan yang terus berulang meski berbagai imbauan telah disampaikan.
Gunung Gede merupakan salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Barat yang setiap akhir pekan maupun musim liburan dipadati ribuan pendaki. Keindahan alam, hutan pegunungan, serta panorama matahari terbit menjadi daya tarik utama kawasan ini.
Namun, meningkatnya jumlah pengunjung juga harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Sampah yang ditinggalkan di kawasan konservasi tidak hanya merusak keindahan alam, tetapi juga dapat mencemari lingkungan serta mengganggu habitat satwa liar yang hidup di dalam kawasan taman nasional.
Para pendaki mengingatkan bahwa prinsip utama saat melakukan pendakian adalah tidak meninggalkan jejak selain jejak kaki dan tidak membawa pulang apa pun selain kenangan.
Seluruh sampah yang dibawa selama perjalanan seharusnya dikemas kembali dan dibawa turun untuk dibuang di tempat yang semestinya.
Menjaga kebersihan gunung bukan hanya menjadi tugas petugas taman nasional atau relawan, melainkan tanggung jawab seluruh pendaki yang menikmati keindahan alam.
Dengan meningkatnya kesadaran setiap pengunjung, diharapkan kawasan Gunung Gede tetap terjaga kelestariannya sehingga generasi mendatang masih dapat menikmati panorama alam yang bersih, asri, dan bebas dari sampah.
Keindahan alam pegunungan adalah warisan yang harus dijaga bersama. Karena sejatinya, gunung bukan tempat sampah, melainkan rumah bagi berbagai ekosistem yang bergantung pada kepedulian manusia.***



