BOGOR.POJOKSATU.id – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo tengah menjadi sorotan setelah namanya disebut-sebut masuk dalam daftar menteri yang berpotensi terkena reshuffle kabinet pada Agustus 2026.

Isu tersebut beredar di tengah munculnya sejumlah polemik internal di Kementerian PU. Namun, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto maupun pihak Istana mengenai rencana pergantian Dody.

Sorotan terhadap Dody sebelumnya menguat setelah beredar dokumen rencana perjalanan dinas ke New York, Amerika Serikat, pada 13–19 Juli 2026.

Dalam dokumen tersebut tercantum nama istri dan anak Dody sehingga memunculkan pertanyaan publik mengenai sumber pembiayaan perjalanan keluarga.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU Apri Artoto menjelaskan, pencantuman nama keluarga dilakukan untuk kepentingan administrasi pengurusan visa. Ia menegaskan biaya perjalanan keluarga tidak dibebankan kepada anggaran negara. Dody kemudian membatalkan kunjungan tersebut.

Belum mereda polemik itu, muncul kabar bahwa sejumlah pegawai senior Kementerian PU dimutasi ke luar Pulau Jawa. Mutasi tersebut dikaitkan dengan dugaan kebocoran dokumen perjalanan dinas.

Dody membantah anggapan tersebut. Menurutnya, mutasi merupakan hal biasa dalam organisasi dan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran pegawai.

Sejumlah nama pegawai memang disebut dalam informasi yang beredar di media sosial. Namun, hubungan antara mutasi dengan bocornya dokumen perjalanan belum terbukti secara resmi.

Berbagai polemik itu kemudian memunculkan spekulasi mengenai posisi Dody dalam Kabinet Merah Putih.

Kendati demikian, kabar reshuffle Agustus 2026 masih sebatas isu politik yang belum dikonfirmasi.

Masyarakat diminta tidak langsung menyimpulkan Dody akan dicopot sebelum terdapat keputusan dan pengumuman resmi dari Presiden.***