BOGOR.POJOKSATU.id - Alih-alih menabung, masyarakat Jawa Barat justru tercatat sebagai provinsi dengan nilai outstanding atau utang pokok pinjaman daring yang masih berjalan terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan atau OJK per Desember 2025, nilai outstanding pinjaman daring di Jawa Barat mencapai sekitar Rp23,94 triliun.

Angka tersebut setara dengan sekitar seperempat dari total outstanding pinjaman daring nasional yang pada periode sama mencapai Rp96,62 triliun.

Posisi kedua ditempati DKI Jakarta dengan nilai outstanding sekitar Rp15,62 triliun.

Sementara Jawa Timur berada di urutan ketiga dengan nilai Rp11,42 triliun, disusul Jawa Tengah Rp8,02 triliun dan Banten sekitar Rp7,20 triliun.

Secara nasional, OJK mencatat sekitar 26,10 juta entitas penerima pinjaman daring pada akhir 2025.

Meski nilai pinjaman yang masih berjalan tergolong besar, tingkat keberhasilan pembayaran masih relatif tinggi.

TKB90 atau tingkat keberhasilan penyelesaian kewajiban hingga 90 hari tercatat sebesar 95,68 persen.

Sebaliknya, tingkat wanprestasi di atas 90 hari atau TWP90 berada pada angka 4,32 persen.

Data tersebut menunjukkan sebagian besar pinjaman masih diselesaikan dalam batas waktu 90 hari, meski nilai pembiayaan yang beredar terus menjadi perhatian.

Perlu dicatat, angka Rp23,94 triliun bukan berarti seluruh masyarakat Jawa Barat memiliki utang pinjol.

Nilai itu merupakan akumulasi outstanding loan atau pokok pinjaman yang belum dilunasi dari layanan pinjaman daring yang tercatat dalam data OJK.

Industri pinjaman daring sendiri terus berkembang. Pada Juni 2026, OJK mencatat total outstanding pembiayaan secara nasional telah meningkat menjadi Rp105,14 triliun, tumbuh 25,88 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. TWP90 nasional pada periode tersebut berada di level 4,26 persen.

OJK juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan penyelenggara pinjaman daring yang telah memiliki izin resmi. Hingga 30 Juni 2026 terdapat 94 penyelenggara LPBBTI atau pinjaman daring yang berizin OJK. ***