BOGOR.POJOKSATU.id – Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

Dalam skema yang sedang dibahas, masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi, khususnya yang masuk kategori desil 9 dan desil 10, berpotensi tidak lagi diperbolehkan membeli Pertalite.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah sedang mempelajari penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok masyarakat ekonomi atas.

Pembatasan tersebut nantinya akan dilakukan secara bertahap setelah sistem dan regulasi yang diperlukan siap diterapkan.

Artinya, kebijakan tersebut belum berlaku saat ini dan pemerintah juga belum mengumumkan tanggal resmi penerapannya. Purbaya menyebut penerapan berpotensi dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.

Lantas, apa yang dimaksud dengan desil?

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan yang dibagi menjadi 10 kelompok. Desil 1 berada pada kelompok kesejahteraan paling rendah, sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Pemerintah menilai subsidi energi selama ini masih turut dinikmati masyarakat mampu sehingga perlu dilakukan penyesuaian agar bantuan negara lebih tepat sasaran.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bahkan menyinggung kendaraan mewah seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai contoh kendaraan yang dinilai tidak seharusnya menggunakan BBM bersubsidi.

Lalu bagaimana dengan pengguna sepeda motor?

Pengendara roda dua tampaknya tidak perlu khawatir. Bahlil memastikan sepeda motor tidak termasuk kendaraan yang direncanakan terkena pembatasan pembelian Pertalite.

Dengan demikian, pembatasan Pertalite saat ini lebih diarahkan kepada kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi serta penggunaan kendaraan tertentu.

Pemerintah masih mematangkan sistem penyaluran dan mekanisme identifikasi penerima agar subsidi BBM benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan. ***