BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah berencana memperluas jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menyasar lingkungan perguruan tinggi.
Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan pemenuhan gizi sekaligus menjangkau kelompok usia produktif, khususnya mahasiswa.
Langkah tersebut dinilai strategis karena mahasiswa memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
Dengan asupan gizi yang lebih baik, diharapkan kualitas kesehatan dan produktivitas generasi muda juga meningkat.
“Perluasan program ini bertujuan agar pemenuhan gizi tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga mahasiswa sebagai bagian dari kelompok usia produktif yang memiliki peran besar dalam pembangunan,” ujar perwakilan pemerintah.
Tak hanya menjadi penerima manfaat, perguruan tinggi juga didorong untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan program.
Kampus dinilai memiliki fasilitas memadai, mulai dari dapur hingga sumber daya manusia yang dapat mendukung pengelolaan dan distribusi makanan.
“Kampus tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga bisa menjadi pelaksana. Fasilitas dan sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional program secara lebih efektif,” lanjutnya.
Selain itu, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam aspek pendidikan.
Program ini berpotensi menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa, terutama yang berkaitan dengan manajemen pangan, gizi, hingga kewirausahaan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan institusi pendidikan, program MBG diharapkan dapat berjalan lebih optimal sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda.***



