BOGOR.POJOKSATU.id - Sebuah tim ilmuwan di Australia membuat penemuan mengejutkan setelah menemukan jejak materi genetik yang menyerupai DNA manusia di dalam meteorit berusia lebih dari dua miliar tahun.
Temuan ini langsung memantik diskusi luas di komunitas ilmiah internasional mengenai kemungkinan asal-usul kehidupan yang tidak sepenuhnya berasal dari Bumi.
Dalam penelitian tersebut, meteorit yang dikategorikan sebagai batuan antik dari luar angkasa itu menunjukkan keberadaan senyawa organik kompleks.
Struktur kimianya disebut-sebut memiliki kemiripan dengan komponen genetik manusia, sehingga menimbulkan spekulasi bahwa unsur pembentuk kehidupan mungkin telah datang dari ruang angkasa melalui proses panspermia.
Namun, tidak semua pakar sependapat, Sejumlah peneliti mengingatkan bahwa keberadaan DNA pada sampel meteorit sangat mungkin disebabkan oleh kontaminasi selama proses pengambilan atau analisis.
Mereka menilai klaim tersebut masih perlu diuji ulang dengan metode yang lebih ketat.
Di sisi lain, kelompok ilmuwan yang lebih terbuka terhadap teori asal-usul kehidupan kosmik menilai temuan tersebut dapat menjadi petunjuk penting.
Bahwa bibit kehidupan atau molekul pendahulunya mungkin telah “dikirim” ke Bumi melalui benda langit miliaran tahun lalu.
Jika hasil penelitian ini benar-benar terverifikasi, konsekuensinya akan sangat besar pandangan manusia tentang evolusi, sejarah kehidupan, hingga posisi umat manusia di alam semesta bisa berubah secara drastis. ***



