BOGOR.POJOKSATU.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata memberikan dampak yang cukup besar terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Saat kegiatan dapur MBG berkurang selama masa libur sekolah, permintaan sejumlah bahan pangan ikut menurun, termasuk sayuran yang dipasok ke dapur program tersebut.
Kondisi ini dirasakan para pedagang sayur di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Harga brokoli dan kembang kol mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir karena berkurangnya pembelian dari dapur MBG.
Pedagang menyebut harga brokoli yang sebelumnya berada di kisaran Rp35 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp22 ribu per kilogram.
Penurunan serupa juga terjadi pada kembang kol, seiring melemahnya permintaan selama aktivitas MBG dihentikan sementara akibat libur sekolah.
Menurut para pedagang, selama program MBG berjalan, kebutuhan sayuran dalam jumlah besar mampu membantu menjaga stabilitas permintaan.
Ketika dapur MBG berhenti beroperasi sementara, pasokan yang tetap tinggi tidak diimbangi dengan jumlah pembeli, sehingga harga jual ikut terkoreksi.
Meski demikian, tidak semua komoditas hortikultura mengalami penurunan harga. Sejumlah jenis sayuran justru mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan selama musim kemarau.
Komoditas seperti waluh, timun, pare, dan kacang panjang tercatat mengalami kenaikan harga. Pedagang menilai kondisi cuaca yang lebih kering memengaruhi hasil panen, sehingga pasokan ke pasar menjadi lebih terbatas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa keberadaan program MBG tidak hanya berpengaruh pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rantai pasok dan dinamika harga komoditas pangan di tingkat pasar tradisional.***



