BOGOR.POJOKSATU.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali membuat warga di sekitar pesisir Banten waswas. Getaran dilaporkan terasa di sejumlah rumah warga di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Sabtu, 5 September 2026.

Getaran tersebut mulai dirasakan sejak pagi dan disebut masih terasa hingga menjelang siang hari.

Sejumlah warga menduga getaran tersebut berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang berada di kawasan Selat Sunda.

Dampaknya bahkan terlihat pada sejumlah bagian rumah. Jendela hingga pintu rumah warga tampak bergetar ketika suara maupun getaran dari arah Gunung Anak Krakatau terasa.

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai cemas, terutama warga yang tinggal di kawasan pesisir dan relatif dekat dengan Selat Sunda.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang menjadi perhatian menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Warga pun diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari pihak berwenang.

Meski getaran terasa hingga kawasan permukiman, masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan bahwa kondisi tersebut akan berujung pada kejadian yang lebih besar.

Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya bagi warga yang tinggal di sekitar pesisir.

Masyarakat juga disarankan untuk tidak mendekati kawasan pantai atau lokasi yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

Jika terjadi perubahan kondisi yang tidak biasa, warga diminta segera mengikuti arahan petugas dan pemerintah daerah.

Hingga Sabtu siang, getaran yang dirasakan warga Carita masih menjadi perhatian masyarakat.

Warga berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera kembali stabil sehingga tidak menimbulkan dampak lebih jauh.

Untuk sementara, masyarakat diminta tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.***