BOGOR.POJOKSATU.id - Dua perusahaan transportasi online terbesar di Indonesia, Grab dan Gojek, resmi menghentikan program langganan akses layanan 'Hemat' untuk para mitra pengemudi ojek online (ojol) mulai Selasa (19/5/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah kedua perusahaan melakukan evaluasi terhadap skema yang sebelumnya diterapkan untuk layanan perjalanan hemat bagi konsumen.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo mengatakan program langganan akses Hemat sebenarnya telah diuji coba secara terbatas sejak November 2025 sebelum akhirnya diperluas ke seluruh Indonesia pada Februari 2026.

Namun setelah berjalan sekitar tiga bulan secara nasional, perusahaan menilai sistem tersebut masih perlu penyesuaian agar lebih seimbang bagi kesejahteraan mitra pengemudi.

“Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi,” ujar Hans.

Dengan dihentikannya program tersebut, skema pembagian hasil untuk layanan GoRide Hemat kini akan kembali disamakan dengan layanan GoRide Reguler.

Artinya, tidak akan ada lagi perbedaan persentase potongan maupun mekanisme khusus bagi driver yang sebelumnya mengikuti program langganan Hemat.

Sementara itu, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan langkah penghentian program ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian perusahaan demi menjaga keberlanjutan ekosistem layanan transportasi online.

“Kami menilai diperlukan penyesuaian yang lebih baik lagi. Penutupan program langganan ini juga dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak,” kata Neneng dalam keterangan tertulis resmi perusahaan.

Meski program langganan untuk driver resmi dihentikan, baik Grab maupun Gojek memastikan layanan perjalanan murah untuk konsumen tetap tersedia.

Fitur GrabBike Hemat dan GoRide Hemat masih dapat digunakan pengguna aplikasi seperti biasa, sehingga masyarakat tetap memiliki pilihan tarif perjalanan yang lebih ekonomis.

Keputusan penghentian program ini pun mulai menuai perhatian publik, terutama di kalangan driver ojol yang sebelumnya mengikuti sistem langganan tersebut.

Sebagian berharap perubahan ini dapat membuat pendapatan pengemudi menjadi lebih stabil dan adil di tengah persaingan layanan transportasi online yang semakin ketat.***