BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah resmi menyetujui skema baru Kredit Pemilikan Rumah atau yang biasa disebut dengan KPR subsidi dengan tenor hingga 40 tahun.
Kebijakan ini diharapkan membuat cicilan rumah menjadi lebih ringan sehingga semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang bisa memiliki rumah.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dan diputuskan dalam rapat Komite Tapera yang dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Dengan masa cicilan yang diperpanjang hingga 40 tahun, pemerintah memperkirakan angsuran rumah subsidi dapat turun menjadi sekitar Rp500 ribuan per bulan untuk rumah tapak. Sementara itu, cicilan rumah susun subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp700 ribuan per bulan, bergantung pada skema pembiayaan yang diterapkan.
Pemerintah juga memastikan suku bunga rumah subsidi tetap (fixed), yakni 5 persen untuk rumah tapak dan 6 persen untuk rumah susun subsidi. Artinya, bunga tersebut tidak akan mengikuti perubahan suku bunga acuan selama masa kredit berlangsung.
Selain memperpanjang tenor KPR, pemerintah menargetkan penyaluran 350.000 unit rumah subsidi sepanjang 2026. Berbagai insentif juga disiapkan untuk mendorong masyarakat memiliki rumah, termasuk pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) secara gratis di daerah yang telah menerapkannya.
Menurut pemerintah, skema cicilan yang lebih panjang diharapkan meningkatkan kemampuan bayar masyarakat sehingga lebih banyak calon pembeli yang memenuhi persyaratan perbankan untuk memperoleh KPR subsidi.
Meski demikian, tenor hingga 40 tahun juga menjadi perhatian sejumlah pihak. Cicilan bulanan memang lebih ringan, tetapi total pembayaran bunga selama masa kredit berpotensi lebih besar dibandingkan tenor yang lebih pendek. Karena itu, calon pembeli rumah tetap disarankan menyesuaikan jangka waktu cicilan dengan kemampuan keuangan masing-masing.
Dengan kebijakan baru ini, pemerintah berharap semakin banyak pekerja dan keluarga muda yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah sendiri tanpa terbebani cicilan bulanan yang terlalu tinggi.
Kalau Anda sendiri bagaimana? Lebih memilih cicilan ringan hingga 40 tahun, atau cicilan lebih besar tetapi rumah lebih cepat lunas? ***



