POJOKBOGOR.ID - Bapak/Ibu guru non ASN pasti sering mendengar istilah impassing, tapi mungkin masih ada yang belum benar-benar memahami dampaknya.

Padahal, di tahun 2026 ini, impassing bisa dibilang jadi “game changer” dalam menentukan besaran TPG yang diterima.

Secara sederhana, impassing adalah penyetaraan jabatan dan golongan guru non ASN dengan PNS.

Artinya, ketika Bapak/Ibu sudah memiliki SK impassing, maka negara mengakui masa kerja dan golongan yang dimiliki.

Baca Juga: Kenapa SKTP Belum Terbit Padahal Data Sudah Valid? Ini Analisis Proses Verifikasi dan Cara Memastikan Anda Aman

Nah, di sinilah kuncinya karena TPG dihitung berdasarkan status tersebut.

Perbedaan Signifikan, Non ASN Biasa vs Non ASN Impassing

Tanpa impassing, guru non ASN umumnya menerima TPG dengan nominal flat sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Nominal ini tetap, tidak dipengaruhi masa kerja atau golongan.

Tapi begitu memiliki SK impassing, situasinya langsung berubah.

Baca Juga: Bocoran Pencairan TPG April 2026! Kenapa Dana Belum Turun dari Kemenkeu dan Apa yang Harus Dilakukan Guru Sekarang

TPG yang diterima akan:

1. Mengikuti gaji pokok PNS sesuai golongan

2. Bisa jauh lebih besar dari Rp1,5 juta

3. Disesuaikan dengan masa kerja

Misalnya, guru dengan golongan setara III bisa menerima TPG di atas Rp3 juta.

Nah, ini tentu lompatan yang sangat signifikan, bukan?

Kenapa Impassing Disebut Kunci Kenaikan TPG?

Karena tanpa impassing, sistem tidak “membaca” jenjang karier Bapak/Ibu secara penuh.

Semua disamaratakan.

Baca Juga: Ajo Turkish Coffee Bogor Viral, Sensasi Ngopi Ala Turki yang Unik dan Autentik

Sedangkan dengan impassing:

1. Status profesional diakui negara

2. Hak finansial meningkat

3. Ada kejelasan jenjang karier

Jadi bukan sekadar administrasi, tapi benar-benar berdampak ke kesejahteraan.

Dampak Jangka Panjang bagi Guru Non ASN

Tidak hanya soal nominal TPG bulanan, impassing juga membawa dampak jangka panjang yang penting:

1. Kenaikan Pendapatan Stabil

TPG mengikuti gaji pokok, bukan angka tetap.

2. Pengakuan Masa Kerja

Semakin lama mengabdi, semakin tinggi nominal.

3. Lebih Mendekati Skema ASN

Walaupun belum ASN, tapi sudah mendekati dari sisi penghasilan.

4. Peluang Kebijakan Lebih Luas

Biasanya guru impassing lebih mudah masuk dalam skema kebijakan baru.

Kenapa Masih Banyak Guru Belum Impassing?

Ini juga jadi pertanyaan penting.

Baca Juga: Ajo Turkish Coffee Bogor Viral, Sensasi Ngopi Ala Turki yang Unik dan Autentik

Beberapa kendala yang sering terjadi antara lain:

1. Kurangnya informasi

2. Proses administrasi yang belum lengkap

3. Kuota atau kebijakan daerah

4. Belum mengajukan sama sekali

Padahal, kalau dilihat dari manfaatnya, impassing ini sangat layak untuk diperjuangkan.

Apa yang Bisa Dilakukan Sekarang? Yuk Mulai Dari Sini

Kalau Bapak/Ibu belum memiliki SK impassing, ini beberapa langkah awal yang bisa dilakukan:

1. Cek persyaratan terbaru di dinas pendidikan

2. Pastikan dokumen lengkap (masa kerja, ijazah, dll)

3. Koordinasi dengan operator sekolah

4. Aktif mencari informasi resmi

Langkah kecil ini bisa membuka peluang besar ke depan.

Impassing Bukan Sekadar Status, Tapi Investasi Masa Depan

Kalau selama ini impassing terasa seperti hal administratif biasa, sekarang saatnya melihatnya dari sudut yang berbeda.

Ini bukan sekadar status, tapi kunci peningkatan kesejahteraan guru non ASN.

Jadi, yuk mulai lebih peduli dan aktif mengurusnya.

Karena dengan impassing, Bapak/Ibu tidak hanya bekerja, tapi juga mendapatkan hak yang lebih layak sesuai pengabdian.

Semoga ke depan semakin banyak guru yang mendapatkan kesempatan ini dan merasakan manfaatnya secara nyata.***