POJOKBOGOR.ID - Bapak/Ibu guru non ASN pasti sering mendengar istilah impassing, tapi mungkin masih ada yang belum benar-benar memahami dampaknya.
Padahal, di tahun 2026 ini, impassing bisa dibilang jadi “game changer” dalam menentukan besaran TPG yang diterima.
Secara sederhana, impassing adalah penyetaraan jabatan dan golongan guru non ASN dengan PNS.
Artinya, ketika Bapak/Ibu sudah memiliki SK impassing, maka negara mengakui masa kerja dan golongan yang dimiliki.
Nah, di sinilah kuncinya karena TPG dihitung berdasarkan status tersebut.
Perbedaan Signifikan, Non ASN Biasa vs Non ASN Impassing
Tanpa impassing, guru non ASN umumnya menerima TPG dengan nominal flat sekitar Rp1,5 juta per bulan.
Nominal ini tetap, tidak dipengaruhi masa kerja atau golongan.
Tapi begitu memiliki SK impassing, situasinya langsung berubah.
TPG yang diterima akan:
1. Mengikuti gaji pokok PNS sesuai golongan
2. Bisa jauh lebih besar dari Rp1,5 juta
3. Disesuaikan dengan masa kerja
Misalnya, guru dengan golongan setara III bisa menerima TPG di atas Rp3 juta.
Nah, ini tentu lompatan yang sangat signifikan, bukan?
Kenapa Impassing Disebut Kunci Kenaikan TPG?
Karena tanpa impassing, sistem tidak “membaca” jenjang karier Bapak/Ibu secara penuh.
Semua disamaratakan.
Baca Juga: Ajo Turkish Coffee Bogor Viral, Sensasi Ngopi Ala Turki yang Unik dan Autentik
Sedangkan dengan impassing:
1. Status profesional diakui negara
2. Hak finansial meningkat
3. Ada kejelasan jenjang karier
Jadi bukan sekadar administrasi, tapi benar-benar berdampak ke kesejahteraan.
Dampak Jangka Panjang bagi Guru Non ASN
Tidak hanya soal nominal TPG bulanan, impassing juga membawa dampak jangka panjang yang penting:
1. Kenaikan Pendapatan Stabil
TPG mengikuti gaji pokok, bukan angka tetap.
2. Pengakuan Masa Kerja
Semakin lama mengabdi, semakin tinggi nominal.
3. Lebih Mendekati Skema ASN
Walaupun belum ASN, tapi sudah mendekati dari sisi penghasilan.
4. Peluang Kebijakan Lebih Luas
Biasanya guru impassing lebih mudah masuk dalam skema kebijakan baru.
Kenapa Masih Banyak Guru Belum Impassing?
Ini juga jadi pertanyaan penting.
Baca Juga: Ajo Turkish Coffee Bogor Viral, Sensasi Ngopi Ala Turki yang Unik dan Autentik
Beberapa kendala yang sering terjadi antara lain:
1. Kurangnya informasi
2. Proses administrasi yang belum lengkap
3. Kuota atau kebijakan daerah
4. Belum mengajukan sama sekali
Padahal, kalau dilihat dari manfaatnya, impassing ini sangat layak untuk diperjuangkan.
Apa yang Bisa Dilakukan Sekarang? Yuk Mulai Dari Sini
Kalau Bapak/Ibu belum memiliki SK impassing, ini beberapa langkah awal yang bisa dilakukan:
1. Cek persyaratan terbaru di dinas pendidikan
2. Pastikan dokumen lengkap (masa kerja, ijazah, dll)
3. Koordinasi dengan operator sekolah
4. Aktif mencari informasi resmi
Langkah kecil ini bisa membuka peluang besar ke depan.
Impassing Bukan Sekadar Status, Tapi Investasi Masa Depan
Kalau selama ini impassing terasa seperti hal administratif biasa, sekarang saatnya melihatnya dari sudut yang berbeda.
Ini bukan sekadar status, tapi kunci peningkatan kesejahteraan guru non ASN.
Jadi, yuk mulai lebih peduli dan aktif mengurusnya.
Karena dengan impassing, Bapak/Ibu tidak hanya bekerja, tapi juga mendapatkan hak yang lebih layak sesuai pengabdian.
Semoga ke depan semakin banyak guru yang mendapatkan kesempatan ini dan merasakan manfaatnya secara nyata.***




