BOGOR.POJOKSATU.id – Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, menyisakan pemandangan yang cukup memprihatinkan.
Usai dipadati masyarakat dalam rangkaian Pesta Rakyat HUT RI, sejumlah titik di kawasan Monas justru dipenuhi sampah yang ditinggalkan pengunjung.
Beragam jenis sampah terlihat berserakan, mulai dari bungkus makanan, botol minuman, kantong plastik hingga sisa berbagai perlengkapan yang digunakan selama acara berlangsung.
Kondisi tersebut cukup kontras dengan semangat perayaan kemerdekaan yang sebelumnya berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Warga berbondong-bondong datang ke kawasan Monas untuk mengikuti berbagai kegiatan dan menikmati hiburan dalam momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
Namun setelah acara selesai, persoalan kebersihan kembali menjadi sorotan.
Petugas kebersihan langsung bergerak menyisir sejumlah area untuk mengumpulkan dan mengangkut sampah yang ditinggalkan para pengunjung.
Tumpukan sampah tersebut menjadi pekerjaan tambahan bagi petugas setelah pesta rakyat berakhir.
Pemandangan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat mencintai Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan dengan mengikuti upacara, mengenakan atribut merah putih atau menghadiri pesta kemerdekaan.
Menjaga kebersihan fasilitas umum juga merupakan bentuk sederhana kepedulian terhadap lingkungan dan ruang publik.
Apalagi Monas merupakan salah satu ikon nasional yang setiap hari menjadi tujuan wisata sekaligus ruang berkumpul masyarakat.
Kebiasaan meninggalkan sampah setelah menghadiri kegiatan besar masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Pengunjung seharusnya dapat membawa atau membuang sampah pada tempat yang telah disediakan apabila tempat sampah di sekitar lokasi penuh.
Perayaan kemerdekaan memang menjadi momentum untuk bersuka cita, tetapi kebebasan menikmati ruang publik juga harus dibarengi dengan tanggung jawab.
Jangan sampai semangat cinta Tanah Air hanya terdengar saat lagu kebangsaan dikumandangkan, tetapi hilang ketika tiba waktunya menjaga kebersihan lingkungan.
Karena mencintai Indonesia bisa dimulai dari hal paling sederhana: tidak meninggalkan sampah setelah berpesta.***



