BOGOR.POJOKSATU.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti komentar tidak pantas yang diduga ditulis oleh seorang oknum tenaga kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan di media sosial Threads.
Dedi menyayangkan munculnya pernyataan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan sikap empati dan profesionalisme yang seharusnya dimiliki oleh tenaga medis dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, setiap pasien berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak tanpa dibeda-bedakan berdasarkan jenis pembiayaan, termasuk pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
Tenaga kesehatan juga dituntut menjaga etika, baik ketika menjalankan tugas di fasilitas pelayanan kesehatan maupun saat menyampaikan pendapat di ruang digital.
Atas kejadian tersebut, Dedi meminta pemerintah daerah terkait segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum tenaga kesehatan yang bersangkutan. Apabila terbukti melanggar kode etik maupun aturan kepegawaian, sanksi harus diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemberian sanksi dinilai penting agar kejadian serupa tidak menjadi kebiasaan dan tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Komentar yang merendahkan atau tidak menunjukkan rasa empati dapat memberikan tekanan tambahan kepada pasien dan keluarganya. Terlebih, sebagian pasien datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi sakit, cemas, dan membutuhkan dukungan dari petugas medis.
Karena itu, tenaga kesehatan diharapkan mampu menjaga cara berkomunikasi serta menghindari pernyataan yang dapat menyinggung atau mendiskriminasi kelompok tertentu.
Dedi berharap kasus tersebut menjadi kejadian terakhir dan tidak kembali terulang di wilayah Jawa Barat maupun daerah lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa profesi tenaga kesehatan tidak hanya menuntut kemampuan medis, tetapi juga membutuhkan rasa kemanusiaan, kesabaran, dan kepedulian terhadap kondisi pasien.
Pemerintah daerah serta pengelola fasilitas kesehatan diharapkan memperkuat pembinaan etika dan penggunaan media sosial kepada seluruh tenaga kesehatan.
Dengan langkah tersebut, kualitas pelayanan kesehatan diharapkan tidak hanya semakin baik secara medis, tetapi juga lebih ramah, manusiawi, dan menghargai seluruh pasien tanpa terkecuali.***



