POJOKBOGOR.ID - Kabar terbaru terkait seleksi CPNS 2026 mulai disorot.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) resmi mengusulkan sebanyak 365 formasi CPNS ke pemerintah pusat.
Usulan ini menjadi perhatian publik karena berkaitan langsung dengan peluang rekrutmen ASN tahun depan.
Terutama bagi para pencari kerja di sektor pemerintahan.
365 Formasi CPNS Diusulkan, Tapi Belum Final
Kepala BKPSDM Kotim, Kamaruddin Makkalepu, menyampaikan bahwa usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pengajuan ke Kementerian PANRB.
Artinya, jumlah formasi yang diajukan belum tentu disetujui seluruhnya oleh pemerintah pusat.
Dikutip dari Kompas, 6 April 2026, begini kata Kamaruddin:
“Kami tengah menyiapkan usulan ke pemerintah pusat melalui Kemenpan RB, kurang lebih 365 formasi, tapi kami belum tahu apakah itu akan disetujui semua,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kepastian jumlah formasi CPNS 2026 masih menunggu keputusan final dari pusat.
Baca Juga: Gubernur Kepri usul gaji PPPK ditanggung pusat, Akui Batas Belanja Pegawai Sudah Melebihi 30 Persen
Lonjakan Pensiun Jadi Pemicu Utama
Pengajuan formasi CPNS ini tidak lepas dari banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun dalam dua tahun terakhir.
Data menunjukkan:
- Tahun 2026: sekitar 250 PNS pensiun
- Tahun sebelumnya: lebih dari 220 orang
- Total dua tahun: hampir 500 ASN
“Penyesuaian dengan jumlah pensiunan serta kebutuhan prioritas menjadi syarat utama dalam pengajuan formasi ke pemerintah pusat tahun ini,” jelas Kamaruddin.
Baca Juga: Tak Mau PHK PPPK, Pemkab Siak Rela Pangkas Anggaran Rp600 Miliar! Ini Penjelasan Lengkapnya
Kondisi ini membuat kebutuhan ASN baru semakin mendesak.
Guru dan Dokter Spesialis Jadi Prioritas
Dalam usulan CPNS 2026, Pemkab Kotim memprioritaskan tenaga di sektor pendidikan dan kesehatan.
Dua posisi paling krusial adalah:
- Guru
- Dokter spesialis
Kebutuhan dokter spesialis bahkan disebut sangat mendesak.
Terutama untuk RS Samuda dan RS Parenggean yang hingga kini belum memiliki tenaga tersebut.
“Kami mempertimbangkan yang pensiun itu dan kebutuhan prioritas, yakni tenaga kesehatan dan guru,"
"Termasuk tenaga yang paling urgen yaitu dokter spesialis,” ungkapnya.
Dokter Spesialis Minim Peminat
Meski setiap tahun diusulkan, formasi dokter spesialis masih sulit terisi.
Penyebabnya:
- Minimnya kandidat yang memenuhi syarat
- Kurangnya minat tenaga medis untuk bertugas di daerah
Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan.
Kekurangan ASN Masih Besar
Hasil analisis menunjukkan bahwa Kotim masih mengalami kekurangan tenaga ASN yang cukup signifikan.
Rinciannya:
- Kebutuhan ideal: sekitar 13.000 pegawai
- Ketersediaan saat ini: sekitar 9.000 lebih (termasuk PPPK paruh waktu)
Artinya, masih ada kekurangan ribuan pegawai yang harus dipenuhi secara bertahap.
Terkendala Anggaran dan Aturan Pusat
Meski kebutuhan tinggi, pengajuan formasi CPNS tidak bisa dilakukan secara besar-besaran.
Hal ini disebabkan oleh:
- Keterbatasan anggaran daerah
- Aturan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD
“Surat dari Menpan RB juga menekankan pentingnya pertimbangan finansial tersebut,” jelas Kamaruddin.
Jadwal CPNS 2026 Masih Ditunggu
Hingga saat ini, jadwal resmi pembukaan CPNS 2026 belum diumumkan.
Pemkab Kotim masih menunggu:
- Persetujuan formasi
- Arahan pemerintah pusat
“Mudah-mudahan disetujui dan nantinya ada yang mendaftar,” ujarnya.
Usulan 365 formasi CPNS 2026 dari Pemkab Kotim menjadi sinyal awal dibukanya peluang rekrutmen ASN.
Baca Juga: Rakyat Indonesia Semakin Dibuat Ribet, Beli Gas LPG 3 Kg Kini Harus Pakai Sidik Jari dan Retina Mata
Dengan fokus pada guru dan dokter spesialis, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan layanan dasar masyarakat.
Namun, kepastian formasi dan jadwal seleksi masih bergantung pada keputusan pemerintah pusat.***




