POJOKBOGOR.ID - Eh, ini nih yang lagi jadi perbincangan hangat di 2026.

Di satu sisi, dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis) mulai dibangun dengan fasilitas yang terlihat modern dan rapi.

Tapi di sisi lain, masih banyak sekolah lama yang kondisinya… duh, bikin miris.

Kontras ini langsung terasa di lapangan.

Baca Juga: Wah, Program Bersih-Bersih Kabupaten Bogor Sudah Jalan! Ini Bukti Nyatanya di Lapangan

Dapur MBG hadir dengan bangunan baru, peralatan lengkap, dan standar kebersihan yang tinggi.

Tujuannya jelas, mendukung program pemenuhan gizi siswa agar lebih optimal.

Secara konsep sih, keren banget.

Tapi ya itu tadi, di dekatnya justru ada sekolah yang ruang kelasnya masih butuh perbaikan.

Baca Juga: Fresh Graduate Wajib Tahu! Ini Kegunaan Upwork yang Bisa Bikin Kamu Cepat Cuan

Ada yang atapnya bocor, dinding retak, bahkan fasilitas dasar seperti toilet pun belum layak.

Lah, jadi mikir nggak sih?

Beberapa warga dan orang tua murid mulai mempertanyakan prioritas pembangunan.

“Bagus sih dapurnya, tapi sekolahnya juga harusnya diperhatikan,” begitu kira-kira suara yang sering terdengar.

Memang, program MBG punya tujuan mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Tapi di sisi lain, kualitas sarana pendidikan juga nggak kalah penting.

Soalnya, lingkungan belajar yang nyaman juga berpengaruh besar terhadap proses belajar siswa.

Eh, tapi bukan berarti pembangunan dapur MBG salah ya.

Baca Juga: Eh, Apa Itu Ombudsman? Ternyata Perannya Penting Banget Buat Rakyat!

Hanya saja, banyak yang berharap ada keseimbangan.

Pembangunan fisik sekolah yang sudah lama berdiri juga perlu jadi perhatian serius.

Fenomena ini akhirnya jadi pengingat bahwa pembangunan harus dilihat secara menyeluruh.

Nggak cuma fokus di satu sektor, tapi juga memastikan sektor lain nggak tertinggal.

Baca Juga: Waduh! Seleksi Terbuka Anggota BPKN RI 2027-2030 Ditutup 19 April 2026, Ini Syarat Lengkapnya

“Pendidikan dan gizi itu harus jalan bareng,” begitu kata banyak pihak.

Jadi, ke depan, publik berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam menentukan prioritas.

Supaya nggak ada lagi cerita fasilitas baru berdiri megah, sementara yang lama masih menunggu perbaikan.***