BOGOR.POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan langkah penting dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada awal tahun mendatang.
Gubernur Dedi Mulvadi secara resmi menetapkan status “Siaga Darurat Bencana” untuk hampir seluruh wilayah Jabar, meliputi 18 kabupaten dan 9 kota, yang akan berlaku hingga April 2026.
Penetapan status ini merupakan bentuk kewaspadaan pemerintah daerah terhadap proyeksi curah hujan tinggi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dengan kondisi atmosfer yang diperkirakan tidak stabil, berbagai wilayah di Jawa Barat berisiko mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin kencang.
Gubernur Dedi menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar prosedur formal, tetapi peringatan serius bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Pemerintah daerah, BPBD, serta aparat terkait telah diminta memperketat pengawasan wilayah rawan dan memastikan seluruh perangkat penanganan bencana berada dalam kondisi siaga penuh.
Masyarakat juga diminta memahami potensi bencana di lingkungan masing-masing dan menyiapkan rencana darurat keluarga.
Mulai dari jalur evakuasi hingga perlengkapan penting yang harus disiapkan apabila kondisi darurat terjadi.
Dengan antisipasi sejak dini, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat ditekan dan keselamatan warga tetap terjaga.
Penetapan status siaga ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah kunci menghadapi cuaca ekstrem yang kemungkinan besar masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. ***



