BOGOR.POJOKSATU.id - Bayangkan, sebuah jam tangan mewah bernilai Rp11 miliar, bukan sekadar aksesori, tapi simbol kemewahan kelas dunia. Dan siapa sangka, jam tangan itu sempat berada di tangan seorang bocah kecil hingga akhirnya menjadi kisah viral di jagat media sosial.

Jam tangan tersebut milik Ahmad Sahroni, Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Video seorang anak yang memegang jam tangan super mewah itu sempat membuat heboh. Publik pun bertanya-tanya: bagaimana barang dengan nilai fantastis bisa sampai ke tangan seorang bocah?

Jawaban itu datang dari sang ibu. Dengan jujur ia mengaku bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Harga jam tangan itu terlalu besar untuk dipahami, apalagi dijual. Akhirnya, ia membuat keputusan penting: mengembalikan jam tangan itu kepada pemilik aslinya.

“Bukan hak kita. Jadi lebih baik dikembalikan,” katanya singkat, namun tegas.

Kalimat sederhana itu ternyata punya makna luar biasa. Di tengah kondisi hidup yang penuh godaan, keluarga ini memilih jalan kejujuran. Mereka rela melepaskan kesempatan yang mungkin bisa membuat mereka kaya mendadak, karena sadar barang itu bukan milik mereka.

Ahmad Sahroni sendiri menyampaikan apresiasi besar. Ia merasa lega sekaligus bangga, karena di tengah hiruk-pikuk kehidupan masih ada orang yang menjunjung tinggi nilai integritas. “Alhamdulillah jam tangan saya sudah kembali. Terima kasih untuk kejujuran dan itikad baik keluarga yang mengembalikannya,” ujarnya.

Kini, jam tangan Rp11 miliar itu memang sudah kembali ke tangan Sahroni. Namun, yang jauh lebih berharga dari sekadar jam mewah adalah pesan moral dari kisah ini. Bahwa kejujuran tidak bisa dibeli dengan uang sebanyak apa pun.

Keputusan seorang ibu sederhana telah menjadi pelajaran bagi kita semua: integritas dan hati yang bersih adalah harta yang nilainya tak ternilai.***