BOGOR.POJOKSATU.id - Ada kabar gembira bari kalian para pencari kerja, pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan skema baru dalam pengawasan pembangunan infrastruktur.
Hingga akhir 2025, mahasiswa teknik sipil dari berbagai perguruan tinggi akan dilibatkan secara langsung untuk memantau progres proyek bernilai total sekitar Rp300 miliar.
Kebijakan ini muncul sebagai respons dari evaluasi yang menunjukkan bahwa kinerja sejumlah konsultan pengawas masih belum optimal saat mengontrol pekerjaan di lapangan.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya akan terjun langsung dalam kegiatan monitoring, tetapi juga mendapatkan kesempatan belajar dari situasi kerja nyata.
Selain pengalaman profesional, pemerintah juga memberikan kompensasi berupa honor sebesar Rp300 ribu per hari untuk setiap mahasiswa yang terlibat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Gubernur Jawa Barat, KDM, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas pembangunan sekaligus memberikan manfaat tambahan bagi mahasiswa.
Menurutnya, pengalaman praktik di lapangan dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda, sementara honor yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya kuliah maupun kebutuhan harian mereka.
Tak hanya mahasiswa, Pemprov Jabar juga tengah mengkaji peluang untuk melibatkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam program serupa.
Jika terealisasi, para siswa SMK akan memiliki kesempatan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari secara langsung di lapangan, sehingga proses pendidikan mereka menjadi lebih aplikatif dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Dengan sinergi antara pemerintah, kampus, dan siswa, Pemprov Jabar berharap kualitas infrastruktur yang dibangun semakin baik.
Proses pengawasan lebih ketat, dan generasi muda memperoleh pengalaman yang relevan dan bermanfaat untuk masa depan karier mereka. ***



