BOGOR.POJOKSATU.id - Indonesia Corruption Watch atau ICW mengungkap adanya indikasi kuat politik patronase dalam Program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Dalam temuannya, ICW menyebut terdapat sejumlah yayasan mitra MBG yang diduga memiliki afiliasi politik dengan partai politik tertentu.

Dari total 102 yayasan mitra MBG yang ditelusuri, sebanyak 27,45 persen disebut memiliki afiliasi politik.

ICW mengungkap Partai Gerindra menempati urutan teratas sebagai partai politik dengan jumlah yayasan terafiliasi paling banyak dalam program tersebut.

Berdasarkan data yang disampaikan ICW, Gerindra disebut terhubung dengan 7 yayasan mitra MBG. Angka itu setara dengan 25 persen dari total yayasan yang disebut terafiliasi politik.

Temuan ini menjadi sorotan karena Program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyasar langsung kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak.

ICW menilai adanya afiliasi politik dalam pengelolaan yayasan mitra MBG berpotensi membuka ruang konflik kepentingan.

Program yang seharusnya berorientasi pada pemenuhan gizi dan kesejahteraan publik dikhawatirkan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen patronase politik apabila pengawasan tidak dilakukan secara ketat.

Karena itu, transparansi dalam penunjukan yayasan mitra MBG dinilai penting. Pemerintah diminta membuka data mitra pelaksana, mekanisme seleksi, hingga rekam jejak yayasan yang terlibat.

Temuan ICW ini juga menjadi alarm agar program MBG tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga bersih, akuntabel, dan bebas dari kepentingan politik praktis.

Publik kini menunggu respons pemerintah terkait temuan tersebut, termasuk langkah pengawasan agar pelaksanaan MBG benar-benar berpihak pada masyarakat. ***