BOGOR.POJOKSATU.id - Penampakan sejumlah motor listrik VinFast berbalut warna khas Green SM memunculkan spekulasi mengenai hadirnya pemain baru dalam industri ojek online di Indonesia.

Unit-unit tersebut terlihat diangkut menggunakan truk pengiriman dan diduga tengah dipersiapkan untuk kebutuhan operasional Green SM Bike.

Kemunculan armada itu menjadi perhatian karena Green SM selama ini lebih dikenal melalui layanan taksi listrik berbasis mobil.

Hingga akhir Juli 2026, situs resmi Green SM Indonesia masih menampilkan Green Car dan Green Premium sebagai layanan perjalanan yang dapat dipesan oleh masyarakat. Belum terlihat pengumuman resmi mengenai peluncuran layanan sepeda motor.

Meski demikian, dugaan ekspansi ke sektor ojek online dinilai cukup masuk akal. VinFast baru memperkenalkan tiga motor listrik di Indonesia, yakni Evo, Feliz II, dan Viper.

Perusahaan juga membuka jaringan dealer sepeda motor listrik di sejumlah kota besar serta menghadirkan ekosistem penukaran baterai untuk mendukung mobilitas harian.

Green SM dan VinFast berada dalam ekosistem bisnis yang saling terhubung. Pada April 2026, Green SM juga meluncurkan platform kemitraan di Indonesia yang memungkinkan pemilik atau penyewa kendaraan listrik VinFast bergabung sebagai mitra layanan. Namun, program yang diumumkan saat itu masih menyebutkan sejumlah model mobil listrik, belum sepeda motor.

Karena itu, keberadaan motor dengan identitas Green SM dapat menjadi indikasi uji operasional, persiapan armada, kebutuhan promosi, atau rencana peluncuran Green SM Bike. Namun, kesimpulan tersebut belum dapat dipastikan sebelum perusahaan memberikan keterangan resmi.

Apabila benar diluncurkan, Green SM Bike berpotensi menambah persaingan layanan transportasi daring yang selama ini didominasi pemain besar.

Penggunaan motor listrik juga dapat menjadi pembeda melalui biaya operasional yang lebih rendah dan konsep perjalanan tanpa emisi.

Publik kini menanti penjelasan Green SM dan VinFast mengenai tujuan pengiriman armada tersebut, wilayah operasional, skema kemitraan pengemudi, tarif layanan, serta waktu peluncurannya di Indonesia.

Kehadirannya berpeluang mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus membuka pilihan baru bagi penumpang dan calon mitra pengemudi di kawasan perkotaan. ***