BOGOR.POJOKSATU.id - Insiden keracunan makanan terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 31 Palembang, Sumatera Selatan.

Sejumlah siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi paket makanan berupa roti dan susu yang dibagikan di lingkungan sekolah.

Peristiwa tersebut terjadi di sekolah yang berada di Jalan Pajajaran, Kelurahan Tuan Kentang, Palembang, pada sekitar pukul 09.30 WIB.

Bantuan makanan diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jakabaring. Tanpa adanya kecurigaan, para siswa langsung menyantap makanan yang dibagikan.

Namun tak lama berselang, sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, beberapa siswa mulai mengeluhkan kondisi tidak enak badan seperti sakit perut, mual, dan pusing.

Salah satu siswa, Yoga Pratama (13), mengaku mulai merasakan kejanggalan saat mengonsumsi roti tersebut.

“Waktu gigitan kedua rasanya sudah aneh, lalu perut terasa sakit,” ujar Yoga.

Situasi di sekolah pun mendadak berubah tegang. Guru-guru yang melakukan pemeriksaan menemukan sejumlah roti dalam kondisi sudah melewati tanggal kadaluarsa.

Dugaan semakin menguat setelah ditemukan indikasi pelabelan ulang pada kemasan roti.

Aparat kepolisian dari Polsek Seberang Ulu I bersama Polrestabes Palembang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Petugas mengamankan sampel roti dan susu guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasus ini memicu reaksi keras dari DPRD Palembang. Legislator menilai insiden tersebut mencederai tujuan utama Program MBG yang semestinya menjamin asupan pangan aman dan sehat bagi pelajar.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Program yang seharusnya melindungi kesehatan anak justru membahayakan,” ujar salah satu anggota DPRD Palembang.

Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti keracunan serta pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian makanan tersebut.***